Pesan natal

Ratu Inggris: Olahraga Satukan Umat

Kompas.com - 27/12/2010, 04:36 WIB

LONDON, SABTU - Ratu Elizabeth mengagungkan kekuatan olahraga dalam menyatukan umat manusia. Demikian inti pesan Ratu Inggris untuk Inggris pada perayaan Natal 2010 menjelang dihelatnya Olimpiade London 2012.

Ratu mengatakan, berbagai pergelaran olahraga pada 2010, termasuk Piala Dunia Afrika Selatan dan Commonwealth Games di India, menunjukkan betapa pentingnya olahraga dalam menyatukan umat manusia. Manusia dari bermacam latar belakang budaya dan usia bisa dipersatukan oleh olahraga.

”Olahraga dimainkan di seluruh pelosok dunia. Olahraga menjadi bagian dari penetapan perspektif yang berbeda di dalam kehidupan,” ujar Elizabeth, dalam pesan yang direkam di Hampton Court Palace, London.

Pesan Ratu ini muncul di tengah kontroversi dalam sejarah olahraga Inggris. Baru-baru ini pemerintah dikritik atas rencana memotong anggaran untuk program olahraga sekolah. Namun, keputusan ditunda setelah para atlet dan pendidik protes keras.

Menurut Elizabeth, olahraga tidak hanya soal pengembangan kebugaran fisik. Olahraga dan permainan pun mengajari kecakapan sosial yang juga penting.

”Tidak ada satu hal pun yang bisa dinikmati tanpa patuh pada aturan-aturan yang ada. Tidak ada tim yang bisa mengharapkan kesuksesan tanpa kerja sama antara para pemain. Spirit kebersamaan tim yang positif ini mampu menjadi satu keuntungan untuk masyarakat, juga untuk perusahaan dan organisasi apa pun juga,” ujar Elizabeth.

Pesan Natal pertama kali disampaikan secara luas oleh George V pada 1932. Sejak itu, pesan Natal menjadi bagian yang mentradisi dari perayaan Natal di berbagai penjuru di Inggris Raya dan seluruh dunia.

Elizabeth, pemimpin Monarki Inggris yang kini berusia 84 tahun, setiap tahun selalu menyerukan pesan Natal. Hanya sekali ia tidak menyampaikan hal itu, sejak pemahkotaan pada 1953. Ratu berbicara tidak seperti pidatonya pada upacara pembukaan parlemen tahunan ketika ia mewakili pemerintah. Pesan Natal ia sampaikan sebagai wujud ekspresi dan pandangan pribadinya.

Tema pesan Natal selalu berbeda setiap tahun. Tema tahun ini merefleksikan rasa ketertarikan yang hebat pada olahraga, terutama olahraga berkuda.

Keluarga olahraga

Olahraga sudah mendarah daging di keluarga kerajaan. Ratu memiliki kuda pacuan yang juga ia biakkan. Putrinya, Anne (Princess Royal), mewakili Inggris Raya dalam perlombaan tim pacuan kuda selama tiga hari pada Olimpiade Montreal tahun 1976.

Putri Anne, Zara Phillips, juga seorang penunggang kuda yang kerap mengikuti berbagai perlombaan. Zara pernah memenangi medali emas untuk nomor beregu dan perseorangan pada European Eventing Championship tahun 2005. Ia terpilih di tim berkuda pada Olimpiade Beijing 2008, tetapi gagal berlomba karena cedera.

Ahli waris takhta kerajaan, Pangeran Charles, adalah pemain polo air yang hebat. Pangeran William kini menjadi Presiden Asosiasi Sepak Bola di Inggris.

Anggota keluarga kerajaan melewatkan malam Natal di perkebunan milik negara di Sandringham, Inggris bagian timur. Mereka menyapa para pendoa yang menunggu dengan kedinginan seusai perayaan Natal di gereja. Pangeran William tidak ikut dalam acara itu karena bekerja dengan tim pencarian dan penyelamatan Royal Air Force di North Wales. (REUTERS/IVV)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau