SINGAPURA, KOMPAS.com — Harga minyak bervariasi di perdagangan Asia pasca-Natal, Senin (27/12/2010), karena pasar dikejutkan oleh tingginya tingkat suku bunga China selama akhir pekan. Demikian kata para analis yang dikutip AFP.
Kontrak utama New York, minyak mentah jenis "light sweet" pengiriman Februari turun 23 sen ke posisi 91,28 dollar Amerika Serikat (AS) per barrel. Sementara itu, minyak mentah "Brent North Sea" juga penyerahan Februari mencatat kenaikan 12 sen menjadi 93,89 dollar AS per barrel.
"Kejutan bank sentral China pada hari Natal menaikkan tingkat suku bunga menambah ketakutan para pedagang minyak pada hari pertama perdagangan setelah liburan Natal," kata Serene Lim, analis minyak dan gas untuk bank ANZ di Singapura.
"Saya pikir pasar memperkirakan, China menaikkan tingkat suku bunga pada kuartal pertama tahun depan. Namun, kenaikan itu mengejutkan pasar," katanya.
People`s Bank of China pada Sabtu (25/12/2010) menaikkan suku bunganya untuk kali kedua dalam kurang dari tiga bulan dalam upaya membatasi pinjaman, mengekang harga properti dan juga menjinakkan inflasi.
Tingkat suku bunga deposito dan pinjaman satu tahun dinaikkan dengan 25 basis poin masing-masing menjadi 5,81 persen dan 2,75 persen.
"Saya pikir pengetatan kebijakan moneter akan memperlambat pertumbuhan ekonomi China, dan pertumbuhan permintaan minyak untuk tahun depan," kata Lim.
China merupakan pengguna energi dan konsumen minyak terbesar kedua dunia. Dengan demikian, setiap yang berdampak pada ekonomi negara itu akan memicu reaksi terhadap pasar minyak.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang