Cuaca ekstrem

AS Membeku, Ribuan Orang Terdampar

Kompas.com - 27/12/2010, 12:45 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com Badai salju hebat memaksa pembatalan ratusan penerbangan di sejumlah bandara AS, Minggu (26/12/2010). Kondisi ini menciptakan kesengsaraan bagi ribuan orang yang sedang berada dalam perjalanan liburan Natal.

Pada saat yang sama, kondisi di Eropa mulai pulih. Ketika ratusan penumpang yang terjebak cuaca dingin di Paris dan Brussels pulang ke rumah setelah layanan penerbangan Eropa kembali normal pada hari Natal, kini giliran orang Amerika yang menggigil dan menghadapi kekacauan rencana. Wilayah timur laut mendapat pukulan terburuk dari badai yang diprakirakan bergerak ke utara pantai timur Amerika Serikat dan membawa salju dalam jumlah signifikan. Demikian dipaparkan Dinas Cuaca Nasional (NWS) AS.

Petugas menyirami jalan-jalan dengan garam dan menyediakan kendaraan darurat di Washington, daerah yang tahun lalu lumpuh selama berhari-hari karena salju. Ibu kota itu tampak siaga untuk menghindari kondisi terburuk pada kali ini. Hal itu dilakukan meski peringatan terhadap badai salju telah dikeluarkan untuk wilayah pesisir New England, pantai utara New Jersey, dan New York City. Badai diperkirakan akan menumpahkan salju antara 9 inci dan 15 inci di wilayah "Big Apple" saat embusan angin kencang bertiup melewati kota itu. Boston diperkirakan akan tertutup salju hingga 22 inci (55,9 cm), Senin, dengan embusan angin sekitar 72 kilometer per jam pada malam hari.

Badai salju itu menyengsarakan orang-orang yang sedang dalam perjalanan liburan Natal. Banyak maskapai penerbangan yang membebaskan fee bagi mereka yang ingin mengubah penerbangan.

Delta Air Lines mengatakan, seperenam penerbangan di negara itu atau sekitar 850 penerbangan telah dibatalkan, Minggu. Continental Airlines membatalkan 265 keberangkatan, terutama dari Bandar Udara Internasional Newark Liberty, di luar New York. United Airlines membatalkan 110 penerbangan di Boston, Philadelphia, serta tiga bandara utama New York, yaitu Newark, LaGuardia, dan John F Kennedy International.

Sementara itu, AirTran Airways membatalkan 81 penerbangan ke kota-kota timur laut yang diprakirakan akan terkena dampak paling parah, termasuk New York, Boston, dan Philadelphia. Southwest Airlines juga membatalkan penerbangan, terutama ke dan dari Dulles International Airport dan Baltimore Washington International Airport di luar Washington, serta Newark.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau