Piala aff

Gonzales Cs Tiba di Hotel dengan Wajah Muram

Kompas.com - 27/12/2010, 12:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Skuad timnas Indonesia siang ini tiba di Hotel Sultan, Senayan, tempat mereka menginap jelang laga kedua final Piala AFF 2010. Seperti yang diperkirakan, para punggawa "Garuda" tersebut hanya menundukkan kepala dengan wajah terlihat muram.

Tidak ada komentar ataupun senyuman yang terlihat dari bibir para pemain timnas. Mereka seolah masih belum melupakan kekalahan telak yang didapatkan saat tandang ke Malaysia kemarin. Baik Maman Abdurahman, Bambang Pamungkas, Firman Utina maupun sang pelatih, Albert Riedl, masih terlihat dingin.

"Wajar sajalah. Kalah satu gol saja dalam sepak bola sangat terasa, apalagi kondisinya seperti ini. Karena itu, dukungan dari semua pihak sangat mereka perlukan untuk keluar dari tekanan," ujar Manajer Timnas, Andi Darussalam Tabusala, kepada wartawan di Hotel Sultan, Senin (27/12/2010).

Meski sambutan suporter di lobi hotel masih hangat, para pemain tersebut memilih untuk bergegas ke dalam hotel ketimbang melayani permintaan salaman, foto bersama, atau permintaan tanda tangan dari para pengdukung.

"Saya berterima kasih atas sambutan suporter. Memang ini saat yang berat bagi kami timnas. Tapi kami akan bangkit kembali. Kita masih punya satu laga di sini," ujar Andi. (Alie Usman)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau