Final aff 2010

PSSI Sebaiknya Tambah Jumlah Loket

Kompas.com - 27/12/2010, 18:39 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kapolres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Hamidin mengimbau agar Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk menambah jumlah loket penukaran tiket final Piala AFF 2010. "Kalau hanya lima loket seperti kemarin itu tidak bisa, pasti padat sekali," kata Hamidin saat dihubungi wartawan, Senin (27/12/2010).

Menurut rencana, penukaran tiket laga final kedua antara Indonesia dan Malaysia yang akan dilangsungkan, Selasa (28/12/2010) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, dikhawatirkan ricuh seperti saat pembelian tiket. "Kami menyarankan loket ditambah, minimal lima lagi," ujar Hamidin.

Menurut Hamidin, kurangnya loket saat pembelian tiket membuat puluhan ribu pembeli tiket terlalu lama mengantre. Polisi, kata Hamidin, harus bekerja ekstra keras untuk menertibkan para calon penonton.

Menurut Hamidin, setelah dipanggil polisi mengenai kejelasan penjualan tiket, PSSI berjanji untuk menjual 15.000 tiket. Tiket itu dapat dibeli oleh para pengantre saat mereka keluar dari Stadion Utama. "Kalau besok massa masih banyak seperti kemarin, kami sarankan supaya mekanisme penjualannya dengan memasukkan pengantre tiket ke stadion, lalu keluar satu-satu sambil beli tiket," kata Hamidin.

Hamidin mengatakan, dengan mekanisme seperti ini, prosesnya akan berjalan dengan tertib. "Besok ada 400 personel untuk pengamanan. Sebanyak 150 personel dari Polres Jakarta Pusat, sisanya dari Polda Metro Jaya," ujar Hamidin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau