Medan, Kompas -
Kepala Bidang Produksi Perkebunan Dinas Perkebunan Sumut Herawati mengungkapkan, selama tiga bulan terakhir, produksi kelapa sawit dan karet yang merupakan komoditas perkebunan utama Sumut mengalami penurunan akibat curah hujan tinggi. ”Tiga bulan terakhir memang untuk karet dan sawit lagi
Namun, Herawati masih belum bisa mengungkapkan jumlah total penurunan selama tiga bulan terakhir. ”Kami biasa menghitung statistiknya secara keseluruhan per tahun. Untuk saat ini saya memang belum pegang datanya. Tetapi memang dari laporan petani, produksi tiga bulan terakhir turun karena curah hujan cukup tinggi,” katanya.
Khusus untuk komoditas kopi dan kakao, menurut Herawati, musim hujan tidak terlalu berpengaruh pada tingkat produktivitasnya. ”Hanya saja untuk kakao, biasanya kalau musim hujan begini, memang banyak cabang yang tumbuh dan petani harus rajin memotongnya,” kata Herawati.
Meski produktivitas karet dan sawit menurun, secara total produk komoditas tersebut justru meningkat volume ekspornya. Volume ekspor minyak kelapa sawit mentah (CPO) Sumut periode Januari-Oktober 2010 mencapai 3,75 juta ton dengan nilai 3,07 miliar dollar AS.
Menurut Kepala Seksi Ekspor Hasil Pertanian dan Pertambangan Subdinas Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumut Fitra Kurnia, kenaikan ekspor karet dan CPO dipicu kenaikan harga satuan komoditas tersebut di pasar internasional.