Bbm bersubsidi

Pemerintah Tak Berniat Naikkan Harga BBM

Kompas.com - 28/12/2010, 09:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Menko Perekonomian Hatta Rajasa menegaskan bahwa pemerintah tidak berniat menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) meski harga minyak mentah dunia diperkirakan bisa menembus 100 dollar AS pada 2011.

"Kita juga tentu memiliki policy response apabila menembus harga tersebut di atas, tetapi tidak ada pikiran menaikkan harga BBM," ujar Hatta di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (27/12/2010).

Hatta mengatakan bahwa meski pergerakan harga minyak mentah dunia memang fluktuatif, tetapi asumsi angka Indonesia Crude Price (ICP) selalu lima dollar di bawah harga minyak mentah dunia. "Kita tetap asumsi ICP dengan 80 dollar AS itu akan kita capai," ujarnya.

Pada 2011, Hatta menjelaskan, fokus utama kebijakan ekonomi pemerintah adalah pembangunan infrastruktur dan keterhubungan agar perekonomian bisa lebih efisien.

Selain itu, pemerintah juga akan memberi perhatian besar pada pembangunan industri manufaktur guna membangkitkan industri hilir agar Indonesia tidak lagi fokus pada eskpor barang-barang mentah.

Sektor pertanian dan perkembangan pun, kata Hatta, akan dikembangkan guna menjamin sumbangan devisa negara dan juga ketahanan pangan dan energi Indonesia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau