Wn kehormatan

Aung San Suu Kyi Menerima WN Kehormatan

Kompas.com - 28/12/2010, 17:16 WIB

OTTAWA, KOMPAS.com — Kanada mengundang pemimpin demokrasi Myanmar, Aung San Suu Kyi, berkunjung guna menerima gelar warga negara kehormatan.

Undangan itu disampaikan Perdana Menteri Stephen Harper yang berharap Suu Kyi bersedia datang ke Kanada pada waktu yang tepat.

Hal itu tetap disampaikan meski Suu Kyi saat ini sedang memusatkan perhatian pada demokrasi di Myanmar, yang juga dikenal sebagai Burma.

"Kanada bangga telah bekerja sama dengan Aung San Suu Kyi dan orang-orang yang bekerja untuk demokrasi Burma tahun ini," kata Harper, Senin (27/12/2010), yang berharap bahwa Suu Kyi bersedia menerima sendiri.

Harper minta rezim Myanmar bersedia melakukan dialog inklusif dengan Aung San Suu Kyi serta pemimpin pemerintah dan etnis lainnya guna menjamin masa depan yang lebih baik bagi semua rakyat Burma.

Parlemen Kanada pada 2007 menyebut Suu Kyi sebagai warga kehormatan, gelar bagi orang asing yang hanya diberikan kepada empat orang lainnya: pahlawan holokaus Swedia Raoul Wallenberg, mantan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela, pemimpin spiritual Tibet Dalai lama dan Aga Khan, pemimpin Muslim Ismaili dunia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau