Herman Nagaria: Incar Lahan di Luar Jabodetabek

Kompas.com - 28/12/2010, 17:58 WIB

KOMPAS.com - Herman Nagaria adalah putra kedua keluarga Soetjipto Nagaria, pendiri Summarecon Agung. Lahir di Jakarta pada tahun 1976, Herman Nagaria meraih gelar Bachelor Degree Civil Engineering dari National Cheng Kung University, Taiwan paa tahun 1998. Herman juga meraih gelar Master Business Administration dari Chinese University of Hong Kong pada tahun 2001.

Herman Nagaria menjabat Direktur PT Summarecon Agung Tbk sejak 23 Juni 2006. Sebelumnya Herman menjadi Asisten Direktur Pengembangan Bisnis pada tahun 2003. Ia bergabung di perusahaan yang didirikan ayahnya itu sejak tahun 1999 dan menempati beberapa posisis manajerial.

Berikut ini wawancara dengan Herman Nagaria, Direktur PT Summarecon Agung Tbk, belum lama ini.

Summarecon selama lebih dari 35 tahun hingga kini telah mengembangkan 3 wilayah, yaitu Summarecon Kelapa Gading, Summarecon Serpong dan Summarecon Bekasi.

Summarecon dapat berkembang seperti saat ini adalah berkat landasan yang kuat dan baik, yang telah dibangun puluhan tahun oleh pendirinya dan para professional kami sebelumnya. Oleh sebab itu Summarecon dapat tumbuh menjadi Perusahaan yang selalu berpegang teguh dengan komitmen terhadap pelanggan dan senantiasa menjaga reputasi.

Dan pada akhirnya kini produk-produk Summarecon sangat diminati oleh masyarakat, dimana setiap kali diluncurkan terjadi antrian pembeli dan seringkali sold out hanya dalam waktu beberapa jam saja.

Sebagai generasi kedua, apa usaha Anda mempertahankan dan mengembangkan Summarecon di masa depan? Untuk pengembanganan Summarecon di masa depan, tentunya kami akan terus mempertahankan kultur dan nilai-nilai Perusahaan yang sudah baik dan menjadi corporate culture.

Hal ini sejalan dengan prinsip Summarecon yang menganut continuous learning dan continuous improvement, yang kami yakini sebuah prinsip yang baik untuk dapat terus berkembang dan mampu menjaga eksistensi Summarecon di tengah-tengah persaingan industri properti yang semakin ketat.

Sementara itu Perusahaan pun tetap harus dinamis dan fleksibel untuk terus mengikuti perkembangan industri properti. Kami terus mencari inovasi-inovasi terbaru dalam produk properti kami.

Untuk pengembangan kawasan, kami berupaya mengembangkan konsep-konsep residensial yang berkualitas, yang sekaligus dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang menempati kawasan hunian tersebut.

Summarecon pun selalu berupaya melengkapi kawasannya dengan berbagai fasilitas yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakatnya, seperti pusat belanja, perkantoran, sekolah, tempat ibadah, rumah sakit bahkan hotel untuk kawasan-kawasan yang potensial untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata belanja.

Tentunya berbagai fasilitas ini kami bangun tidak hanya semata-mata untuk mengikuti perkembangan teknologi dan trend, tapi lebih banyak di dasari oleh customer needs. Pengembangan yang semakin ramah lingkungan pun menjadi tantangan yang sangat menarik bagi kami di masa yang akan datang.

Setelah Kelapa Gading, Serpong, dan Bekasi, ada rencana mengembangkan properti ke wilayah lain?

Selama kurang lebih 35 tahun ini, Summarecon memang hanya mengembangkan di wilayah Jabodetabek. Untuk pengembangan Summarecon di masa mendatang, kami masih menitikberatkan pada pengembangan potensi daerah-daerah baru di wilayah Jabodetabek, selain juga mulai mencari kesempatan pengembangan di luar Jabodetabek, menjajagi wilayah-wilayah yang cocok untuk kami kembangkan, sesuai dengan kapasitas dan kemampuan perusahaan.

Summarecon sejak dulu memegang prinsip untuk menjaga agresifitas dalam pengembangannya. Karena kami percaya, bahwa pengembangan yang memiliki landasan kuat adalah yang dilakukan secara gradual. (Robert Adhi Ksp)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau