JAKARTA, KOMPAS.com — Ketidakprofesionalan panitia penyelenggara Piala AFF semakin dipertanyakan. Pasalnya, kisruh tentang tiket masih berlanjut seperti penukaran voucer tiket laga final kedua hari ini.
"Kemarin waktu ricuh, panitia membagikan voucer tanpa kuitansi. Katanya pakai ini bisa dituker tiket final, tapi malah enggak bisa. Padahal saya sudah keluar uang untuk empat tiket," kata Rahmadi asal Semarang, Selasa (28/12/2010).
Rahmadi dan banyak penonton sepertinya mengalami masalah yang sama, yakni punya voucer tapi tak dapat ditukar karena tak ada kuitansi. "Kami menuntut pengurus PSSI, bagaimana bisa begini?" katanya.
Sementara itu, menurut salah seorang petugas pengamanan, kekisruhan orang-orang yang punya voucer tanpa kuitansi dan berdemo di depan kantor PSSI karena penyebaran voucer saat kisruh pada hari Minggu (26/12/2010). "Kemarin kan kisruh. Lalu untuk meredam amuk massa, panitia menyebar voucer tanpa kuitansi. Bagus untuk meredam massa, tapi buntutnya seperti hari ini," kata petugas tersebut.
Untuk menukarkan tiket final, pengantre harus memiliki KTP pemesan, voucer berwarna hijau, dan kuitansi berwarna putih. Para pengantre tiket yang kesal karena tidak dilayani dengan alasan tidak lengkap saat penukaran tiket kemudian menuju kantor PSSI. Mereka menuntut agar dapat tiket. Aksi ini mendapat pengawalan ketat dari petugas keamanan Stadion Gelora Bung Karno dan polisi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang