Final aff 2010

Cuma Punya Voucer, Penonton Tak Dapat Tiket

Kompas.com - 28/12/2010, 20:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketidakprofesionalan panitia penyelenggara Piala AFF semakin dipertanyakan. Pasalnya, kisruh tentang tiket masih berlanjut seperti penukaran voucer tiket laga final kedua hari ini.

"Kemarin waktu ricuh, panitia membagikan voucer tanpa kuitansi. Katanya pakai ini bisa dituker tiket final, tapi malah enggak bisa. Padahal saya sudah keluar uang untuk empat tiket," kata Rahmadi asal Semarang, Selasa (28/12/2010).

Rahmadi dan banyak penonton sepertinya mengalami masalah yang sama, yakni punya voucer tapi tak dapat ditukar karena tak ada kuitansi. "Kami menuntut pengurus PSSI, bagaimana bisa begini?" katanya.

Sementara itu, menurut salah seorang petugas pengamanan, kekisruhan orang-orang yang punya voucer tanpa kuitansi dan berdemo di depan kantor PSSI karena penyebaran voucer saat kisruh pada hari Minggu (26/12/2010). "Kemarin kan kisruh. Lalu untuk meredam amuk massa, panitia menyebar voucer tanpa kuitansi. Bagus untuk meredam massa, tapi buntutnya seperti hari ini," kata petugas tersebut.

Untuk menukarkan tiket final, pengantre harus memiliki KTP pemesan, voucer berwarna hijau, dan kuitansi berwarna putih. Para pengantre tiket yang kesal karena tidak dilayani dengan alasan tidak lengkap saat penukaran tiket kemudian menuju kantor PSSI. Mereka menuntut agar dapat tiket. Aksi ini mendapat pengawalan ketat dari petugas keamanan Stadion Gelora Bung Karno dan polisi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau