Gaji naik

Wow, Gaji Kades Bakal Naik 25 Persen

Kompas.com - 28/12/2010, 21:42 WIB

SINGARAJA, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Buleleng menaikkan gaji atau honorarium tetap seluruh perangkat desa, baik kades (perbekel), sekdes non PNS, kepala dusun/banjar, kaur dan kepala lingkungan sebesar 25 persen.

Hal itu disampaikan Bupati Buleleng Putu Bagiada dalam jawaban atas pemandangan umum fraksi-fraksi pada sidang paripurna DPRD setempat terkait Raperda APBD 2011 di Singaraja, Selasa (28/12/2010).

Pemerintah kabupaten di wilayah utara Bali itu sebelumnya juga memberikan bantuan sepeda motor kepada perbekel berprestasi, guna mendukung kinerja administrasi pemerintahan di tingkat desa.

Bupati Bagiada menjelaskan, kenaikan penghasilan bagi perangkat desa itu sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, selain mendorong profesionalisme aparatur pemerintahan desa/kelurahan.

"Kenaikan gaji atau honorarium tetap bulanan bagi perangkat desa/kelurahan non PNS sebesar 25 persen tersebut telah masuk dalam perencanaan anggaran 2011," katanya.

Ditambahkan, pemerintah menyadari, permasalahan yang dihadapi aparat tingkat desa maupun kelurahan demikian kompleks, sehingga penting diperbaiki kesejahteraannya guna mendukung keinginan mewujudkan pelayanan prima.

Dalam rapat paripurna yang dihadiri pejabat Muspida, satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemkab Buleleng dan seluruh anggota dewan tersebut, Bupati Bagiada menjawab berbagai pertanyaan, saran serta masukan dari DPRD.

Fraksi PDIP misalnya, memberikan dukungan terhadap keberatan Pemkab Buleleng atas Perda RTRW Provinsi Bali yang tidak sesuai dengan topografi wilayah setempat.

Terkait hal itu, Bupati Bagiada menjelaskan bahwa terkait sempadan pantai yang diatur Perda RTRW Provinsi Bali didasari atas kondisi topografi Buleleng yang nyegara gunung dan kawasan sempadan pantai relatif sempit, sehingga aturan sempadan 100 meter akan menghambat investasi.

Mengenai program Bali Clean and Green, dia menyampaikan terima kasih atas dukungan DPRD, sehingga pihaknya sukses melaksanakan program bersih dan hijau melalui berbagai inovasi.

Untuk mewujudkan Buleleng Clean and Green, pemerintah sudah mengembangkan program penanaman sejuta pohon, pengembangan tempat pengolahan sampah terpadu, pengembangan pemanfaatan pupuk organik pada bidang pertanian dan pembuatan ruang terbuka hijau.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau