Puting beliung

30 Rumah di Marunda Hancur

Kompas.com - 28/12/2010, 22:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Forum Komunikasi Nelayan Jakarta Tiharom mengatakan, sekitar 30 rumah nelayan di daerah pesisir Marunda Kepu, Jakarta Utara, rusak berat akibat di terjang angin Barat Daya.

"Selama saya di sini belum pernah ada angin dari arah Barat Daya yang sekencang ini, biasanya angin dari Utara," kata Tiharom yang juga nelayan di wilayah Marunda Kepu, Selasa (28/12/2010).

Akibat hantaman angin dari Barat Daya tersebut, sekitar 30 rumah rusak berat terutama atapnya dan bahkan ada yang roboh.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang menimpa warga Marunda Kepu di RT03 dan RT08/RW07 tersebut, namun ada yang mengalami luka-luka.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Angin berhembus kencang dari arah Barat Daya menerjang wilayah itu membuat atap-atap rusak berat dan ada juga rumah yang roboh.

Perumahan di wilayah tersebut, kebanyakan merupakan semi permanen, dengan setengah dari kayu dan bambu sementara setengahnya telah ditembok. Sedangkan atap-atapnya kebanyakan berupa asbes.

Hingga saat ini warga yang rumahnya rusak belum memperbaikinya. "Mereka ada yang mengungsi sementara ke tempat saudara atau tetangganya," katanya.

Sampai saat ini belum ada aparat pemerintah yang datang. "Belum ada mas, hanya RT atau RW," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau