Dua Orang Tewas Tertimpa Pohon

Kompas.com - 29/12/2010, 03:16 WIB

Jakarta, Kompas - Angin kencang yang menyertai hujan lebat, Selasa (28/12), menyebabkan 71 pohon tumbang di Jakarta dan sekitarnya. Dua orang tewas karena tertimpa pohon, seorang lainnya terluka, serta sedikitnya 18 mobil dan dua sepeda motor ringsek.

Agus (38), warga Kampung Sasak Tiga, Desa Tridaya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, meninggal di Rumah Sakit Daerah Kabupaten Bekasi, Selasa malam. Agus dibawa ke rumah sakit karena tertimpa batang pohon yang patah. Ketika itu, dia naik sepeda motor melintas di Jalan Baru Kompas SKU, Tambun Selatan, sekitar pukul 17.30.

Di Jalan Masjid Bendungan, Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur, seorang pria asal Klaten, Jawa Tengah, juga tewas tertimpa pohon tumbang.

”Namanya Suwarjo (35) beralamat di Jalan Taman Harapan RT 3 RW 11, Kelurahan Cawang, Jakarta Timur,” kata Camat Kramat Jati Ucok Bangsawan Harahap.

Ucok menjelaskan, menjelang kejadian, korban mengendarai sepeda motor Honda Beat hitam. Saat melintas, dia dan seorang pengendara sepeda motor Honda Scoopy putih tertimpa pohon. ”Pengemudi Honda Scoopy selamat, sedangkan Suwarjo tewas di tempat,” ucap Ucok.

Kondisi serupa terjadi di Jakarta Selatan. ”Seram sekali. Angin kencang banget. Pohon gede-gede itu terayun-ayun seperti mainan dan roboh. Ada empat atau lima mobil yang tertimpa pohon,” kata Didi (32), warga Jalan Pangeran Antasari, Jakarta Selatan.

Di jalan itu, tepat di depan SPBU Pertamina dan Apartemen Prapanca, sedikitnya ada satu pohon yang tumbang tercerabut hingga ke akarnya. Pohon-pohon lain patah dahan dan batangnya. Daun, dahan, batang pohon berserak menutup badan jalan. Hingga pukul 18.00, kedua sisi jalan tidak dapat dilewati.

Berdasarkan data dari Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, satu orang terluka serius karena tertimpa pohon di Jalan Antasari. Dua sepeda motor rusak terimpit patahan batang pohon di Stasiun Palmerah dan Senayan.

TMC mencatat 71 pohon tumbang tersebar di beberapa lokasi, yakni di depan ITC Fatmawati, Jalan Dharmawangsa dan di sebagian besar kawasan Kebayoran Baru, Jalan TB Simatupang, Jalan Danau Sunter, Lapangan Banteng, Cut Meutia di Cikini, Permata Hijau, Pasar Genjing, Joglo, kawasan Tanjung Barat, di Jatinegara dan di Bekasi Timur.

Selain pohon, angin berkecepatan lebih dari 45 kilometer per jam membuat sejumlah papan reklame dan rambu lalu lintas roboh. Papan penunjuk arah yang berada di mulut terowongan Simprug, misalnya, roboh dan membuat lalu lintas tersendat.

Kepala Humas PT KA Daop I Jabodetabek Mateta Rijalulhaq mengatakan, lima perjalanan kereta rel listrik (KRL) Jakarta-Serpong terganggu karena empat pohon tumbang mengenai rel dan kabel antara Stasiun Palmerah dan Stasiun Kebayoran.

Perjalanan KRL Jakarta-Depok tersendat karena kereta hanya berkecepatan 5 kilometer per jam pascapohon tumbang. Perjalanan KRL normal lagi Selasa pukul 20.00.

Di Depok, pohon tumbang di sejumlah tempat, seperti di Jalan Raya Bogor, Jalan Ridwan Rais, Kecamatan Beji, dan di Jalan Merapi, Kecamatan Sukmajaya.

Menurut Sudarta Hariagung (38), warga Kecamatan Cilodong, pohon asam tumbang di depan Polsek Metro Cimanggis menimpa dua angkutan kota trayek 37 Cibinong-Kampung Rambutan.

Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta Chata- rina Suryowati mengatakan, bagi warga yang tewas, terluka, atau barang miliknya rusak karena pohon tumbang mendapat santunan dari pemerintah. ”Buat laporan tertulis ke dinas atau suku dinas di kota masing-masing,” katanya.(JOS/WIN/NDY/ART/COK/NEL)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau