Pariwisata

Libur Satu Malam

Kompas.com - 29/12/2010, 11:00 WIB

INI saatnya mengepak koper dan melirik destinasi wisata dengan biaya relatif murah di sekitar Jakarta. Anda tidak perlu minta cuti panjang di kantor. Anda juga tidak perlu mengeluarkan banyak uang. Akan tetapi, jangan khawatir. Anda tetap bisa menikmati libur akhir tahun dalam satu malam.

Kepulauan Seribu kian populer menjadi tujuan warga Ibu Kota yang ingin melepas penat. Dengan jarak 45 kilometer dari pesisir Jakarta Utara, atau 1-1,5 jam dengan kapal cepat, Anda suda bisa tiba di gugusan pulau-pulau cantik itu.

Dari sejumlah pulau, beberapa lokasi, seperti Pulau Untung Jawa dan Onrust, bisa menjadi pilihan. Bahkan, hanya dengan biaya Rp 10.000 per orang, Anda sudah bisa naik kapal nelayan dari Pantai Tanjung Pasir, Tangerang, dan tiba di Untung Jawa atau Onrust. ”Ini bisa lebih murah dan singkat dan sesuka pengunjung mau datang jam berapa,” ujar Achmad Hidayat dari Relax Tour and Travel.

Kalau ingin lebih ringkas, dengan biaya Rp 220.000 per orang, Anda bisa ikut paket wisata dua hari semalam. Ini untuk rombongan dengan 30-50 orang; sudah termasuk makan, transportasi, dan penginapan. Pengunjung juga bisa menikmati keindahan karang, menikmati pemandangan bawah laut dengan menyelam atau snorkeling, dengan tambahan biaya tentunya. Atau, kalau mau gratis, Anda bisa bermain pasir atau sekadar meniti garis pantai untuk menutup akhir tahun.

Tempat pelarian sejenak dari Ibu Kota ini demikian populer sehingga pemesanan paket untuk bulan Desember dan Januari sudah ditutup. ”Semua sudah pesan sejak tiga bulan lalu, terutama untuk 31 Desember,” kata Achmad.

Island Adventure, penyedia jasa wisata ke Kepulauan Seribu, juga menyiapkan paket wisata sehari semalam ke Pulau Tidung yang merupakan salah satu pulau terbesar di Kepulauan Seribu. Untuk paket komplet, wisatawan harus membayar Rp 350.000 per orang.

Biaya sebesar itu telah mencakup biaya transportasi, penginapan, tiga kali makan, snorkeling, dan wisata keliling pulau. ”Kalau jumlah rombongan lebih banyak lagi, biaya yang ditanggung per orang semakin murah,” ujar Noviana, penanggung jawab Island Adventure.

Berhawa sejuk

Pantai bukan destinasi satu-satunya. Para pencandu wisata juga bisa membidik kota-kota di dataran tinggi berhawa sejuk, seperti Bogor dan Bandung, Jawa Barat.

Meskipun padat dan macet, Bandung masih menjadi daerah tujuan wisata bagi warga DKI Jakarta yang hendak berlibur.

Tingginya minat berlibur ke Bandung bisa dilihat dari tingkat hunian hotel. Public Relations Hotel Grand Royal Panghegar, Restina Setiawan, mengatakan, dari 158 kamar yang tersedia, semua sudah habis dipesan untuk 31 Desember 2010 hingga 1 Januari 2011. ”Puncak hunian terjadi pada malam Tahun Baru,” ujarnya.

Wisatawan dari Jakarta masih mendominasi. Melihat peluang itu, biro perjalanan wisata membuat paket wisata Jakarta-Bandung. Amadine Tour and Travel, misalnya, menawarkan paket wisata dua hari satu malam ke Bandung dan Bogor di Jawa Barat.

Paket yang ditawarkan antara lain Bandung Selatan Tour. Pada hari pertama, wisatawan berangkat dari Jakarta menuju Kawah Putih di Gunung Patuha, Kabupaten Bandung. Setelah puas menyaksikan keindahan panorama Kawah Putih, perjalanan dilanjutkan ke Situ Patenggang, yakni sebuah danau cantik yang terletak di tengah kebun teh di Kabupaten Bandung.

Pada hari kedua, wisatawan akan diantar untuk berbelanja di kawasan Dago, Kota Bandung. Kalau sudah puas berbelanja, baru wisatawan diantar kembali ke Jakarta.

Menurut Wulan dari Amadine Tour and Travel, pemesan paket wisata dua hari satu malam itu minimal harus berjumlah empat orang. Biaya tur per orang dimulai dari Rp 1,5 juta. ”Kami menyediakan mobil dan bus, tergantung jumlah pemesan. Pemesan bisa ikut menentukan rute perjalanan,” ujarnya.

Edukatif

Ada juga paket-paket wisata yang tampil dengan mengusung isu lingkungan dan edukasi. Island Adventure, misalnya, menawarkan wisata lingkungan. Wisatawan yang ikut tur ke Pulau Tidung bisa ikut menanam mangrove dengan memberikan kontribusi Rp 10.000 per batang pohon. ”Dengan kontribusi itu, wisatawan telah membayar biaya perawatan mangrove,” kata Noviana.

Menyeberang ke Pulau Pramuka, wisatawan bisa mengadopsi karang dengan cara membeli sebuah karang Rp 25.000. Mereka kemudian menanam karang yang telah dibeli di lokasi taman nasional laut yang terletak di sekitar pulau tersebut. Ada juga penangkaran penyu untuk dikunjungi.

Noviana menuturkan, pihaknya bekerja sama dengan penduduk Kepulauan Seribu untuk melestarikan lingkungan. ”Jadi, sambil berwisata, wisatawan diajak untuk melestarikan lingkungan,” ujarnya.

Beranjak dari kawasan pantai, agrowisata yang ditawarkan pusat pengembangan tanaman obat Karyasari bisa menjadi pilihan bagi mereka yang ingin liburan edukatif. Peserta diajak berpelesir sekaligus mengenal 500 jenis tanaman obat. Dari Jakarta, Anda bisa menuju kebun tanaman obat di Bogor dengan biaya 125.000 per orang atau kebun di Bandung Rp 190.000 per orang. Wisatawan akan diantar dengan mobil berkapasitas 12 orang.

”Kami mengantar dan menjemput peserta,” ungkap Sekretaris Karyasari Tuti Winarto. Waktu yang diperlukan untuk wisata ini tergolong singkat, jadi Anda tidak perlu menginap. Yang di Bogor durasinya 8-10 jam, sedangkan yang di Bandung butuh 14-15 jam. Bonusnya, ada wisata belanja juga di Bandung. Maksudnya, agar Anda bisa mempraktikkan ilmu tentang tanaman obat untuk mengobati kaki yang pegal-pegal seusai menelusuri sejumlah factory outlet di Bandung. Siap? (SIN/ARA/GRE)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau