MINSK, KOMPAS.com — Mikhail Myasnikovich dipilih sebagai perdana menteri baru Belarusia, kata dinas pers kepresidenan, Selasa (28/12/2010). Myasnikovich, yang sampai saat ini menjabat sebagai Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional, menggantikan Sergei Sidorsky yang pemerintahnya mengundurkan diri menyusul pemilihan umum nasional pada 19 Desember yang memilih Alexander Lukashenko sebagai presiden keempat negara tersebut.
Lukashenko juga memilih Vladimir Semashko (wakil perdana menteri pertama) sebagai deputi perdana menteri, selain Anatoly Tozik, Valery Ivanov dan Alexander Kalinin juga sebagai wakil perdana menteri lainnya. Komisi Pemilu Pusat Belarusia sebelumnya secara resmi mengumumkan bahwa Presiden Alexander Lukashenko memenangkan pemilihan presiden pada 19 Desember.
Menurut hasil akhir perhitungan suara, Lukashenko meraih 79,65 persen suara, sedangkan pesaing terdekatnya Andrei Sannikov mendapat 2,43 persen. "Pemilihan diakui sebagai sah. Alexander Lukashenko yang dipilih sebagai Presiden Belarusia," kata komisi itu dalam sebuah pernyataan.
Upacara pelantikan secara resmi akan diadakan pada 4 Januari, kata Lidya Yermoshina, yang mengepalai Komisi Pemilihan Pusat. Namun, dia mengatakan, tanggal tersebut belum dikonfirmasi oleh kantor kepresidenan.
Lukashenko (56) telah memerintah Belarusia dengan tongkat besi sejak 1994 dan telah dijuluki oleh Amerika Serikat sebagai "diktator terakhir Eropa" atas pelarangannya terhadap oposisi dan perbedaan pendapat. Pemantau internasional mengatakan pemilu itu "cacat".
Lebih dari 600 orang ditahan di ibu kota Belarusia dalam penumpasan polisi terhadap demonstran setelah pemilihan presiden yang oposisi katakan telah dicurangi itu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang