Inflasi tertinggi terjadi pada bulan Juli sebesar 1,83 persen dan terendah bulan Oktober sebesar 0,02persen.
Demikian Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim Irlan Indrocahyo dalam Workshop Wartawan 2010 Pemahaman Data Strategis BPS di Surabaya, Rabu (29/12).
Menurut dia, sampai saat ini Jatim juga pernah mengalami satu kali deflasi, yakni pada bulan Maret 2010 sebesar 0,21 persen.
”Sementara, tingginya inflasi pada bulan Juli 2010 disebabkan naiknya biaya jasa pengurusan surat tanda nomor kendaraan (STNK) yang mencapai 75 persen,” ujarnya.
Namun, kata Irlan, saat itu inflasi juga dipicu kenaikan harga produk bahan makanan seperti beras, cabai rawit, daging ayam ras, dan bawang putih.
”Akan tetapi, rendahnya inflasi Oktober dikarenakan turunnya harga bahan makanan dan turunnya tarif angkutan pascaLebaran," paparnya.
Di sisi lain, ia mengatakan, deflasi pada bulan Maret terjadi karena gejala musiman dari inflasi tahunan akibat turunnya harga bahan makanan, misalnya beras dan cabai. ”Padahal, kedua komoditas tersebut pada bulan Januari dan Februari merupakan pendorong inflasi utama,” katanya.
Sementara itu, tambah dia, pada tahun 2010 tercatat beberapa kebijakan pemerintah yang memicu tingginya inflasi. Salah satunya kebijakan kenaikan tarif listrik pada bulan Agustus 2010.
”Inflasi juga semakin memengaruhi pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan tarif cukai rokok/tembakau meskipun berlaku awal 2011,” ucapnya.
Cenderung naik
Sementara itu, sejumlah kebutuhan pokok yang terpantau di empat pasar di Kabupaten Lamongan pada pekan ini cenderung naik dibanding pekan lalu. Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Lamongan Mursyid mengatakan, kenaikan itu diperkirakan akibat kebutuhan dan permintaan masyarakat untuk Tahun Baru bertambah, sementara produksi di daerah penghasil tidak bagus, bahkan gagal panen.
Kenaikan harga terpantau di Pasar Sidoharjo Lamongan, Pa-
Harga wortel di Pasar Mantup yang berkisar Rp 4.000 hingga Rp 5.000 per kg naik Rp 1.000. Harga kubis naik Rp 500 dari Rp 3.500 menjadi Rp 4.000 per kg. Harga kentang berkisar naik sekitar Rp 500 per kg.