Jatim Alami 10 Kali Inflasi

Kompas.com - 30/12/2010, 08:29 WIB

Surabaya, Kompas - Provinsi Jawa Timur mengalami 10 kali inflasi selama tahun 2010 karena tingginya harga sejumlah komoditas bahan pokok di wilayah ini pada periode tersebut.

Inflasi tertinggi terjadi pada bulan Juli sebesar 1,83 persen dan terendah bulan Oktober sebesar 0,02persen.

Demikian Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim Irlan Indrocahyo dalam Workshop Wartawan 2010 Pemahaman Data Strategis BPS di Surabaya, Rabu (29/12).

Menurut dia, sampai saat ini Jatim juga pernah mengalami satu kali deflasi, yakni pada bulan Maret 2010 sebesar 0,21 persen.

”Sementara, tingginya inflasi pada bulan Juli 2010 disebabkan naiknya biaya jasa pengurusan surat tanda nomor kendaraan (STNK) yang mencapai 75 persen,” ujarnya.

Namun, kata Irlan, saat itu inflasi juga dipicu kenaikan harga produk bahan makanan seperti beras, cabai rawit, daging ayam ras, dan bawang putih.

”Akan tetapi, rendahnya inflasi Oktober dikarenakan turunnya harga bahan makanan dan turunnya tarif angkutan pascaLebaran," paparnya.

Di sisi lain, ia mengatakan, deflasi pada bulan Maret terjadi karena gejala musiman dari inflasi tahunan akibat turunnya harga bahan makanan, misalnya beras dan cabai. ”Padahal, kedua komoditas tersebut pada bulan Januari dan Februari merupakan pendorong inflasi utama,” katanya.

Sementara itu, tambah dia, pada tahun 2010 tercatat beberapa kebijakan pemerintah yang memicu tingginya inflasi. Salah satunya kebijakan kenaikan tarif listrik pada bulan Agustus 2010.

”Inflasi juga semakin memengaruhi pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan tarif cukai rokok/tembakau meskipun berlaku awal 2011,” ucapnya.

Cenderung naik

Sementara itu, sejumlah kebutuhan pokok yang terpantau di empat pasar di Kabupaten Lamongan pada pekan ini cenderung naik dibanding pekan lalu. Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Lamongan Mursyid mengatakan, kenaikan itu diperkirakan akibat kebutuhan dan permintaan masyarakat untuk Tahun Baru bertambah, sementara produksi di daerah penghasil tidak bagus, bahkan gagal panen.

Kenaikan harga terpantau di Pasar Sidoharjo Lamongan, Pa- sar Babat, Pasar Blimbing Paciran, dan Pasar Mantup. Harga cabai merah besar hampir semua naik dari Rp 30.000-Rp 31.000 pada pekan lalu menjadi Rp 40.000 per kilogram(kg) pada pekan ini.

Harga wortel di Pasar Mantup yang berkisar Rp 4.000 hingga Rp 5.000 per kg naik Rp 1.000. Harga kubis naik Rp 500 dari Rp 3.500 menjadi Rp 4.000 per kg. Harga kentang berkisar naik sekitar Rp 500 per kg. (ANTARA/ACI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau