BANDUNG, KOMPAS.com - Hampir semua kamar hotel di Kota Bandung Jawa Barat menjelang libur Tahun Baru sudah habis dipesan. Meskipun semakin sesak dan padat, akhir tahun ini, Bandung masih akan menjadi lokasi wisata alternatif bagi wisatawan yang hendak menghabiskan masa liburan terutama karena berdekatan dengan Jakarta.
Public Relation Hotel Grand Royal Panghegar Restina Setiawan, Kamis (30/12/2010) mengatakan, dari 158 kamar yang disediakan, semuanya sudah habis dipesan (fully booked) untuk 31 Desember 2010 hingga 1 Januari 2011. "Puncak hunian terjadi pada malam tahun baru, bersamaan dengan pesta pergantian tahun yang kami adakan," ujarnya.
Menurut Restina, sebagian besar tamu telah memesan kamar hotel sejak awal bulan. Wisatawan kebanyakan masih didominasi warga Jakarta. Namun, tidak sedikit dari kota-kota lain seperti Batam dan Surabaya.
Public Relation Aston Braga Hotel Silvia Deasy, mengatakan, tingkat hunian di hotelnya menjelang libur Tahun Baru sudah di atas 95 persen. "Selain turis lokal, ada juga turis mancanegara seperti dari Singapura dan Eropa," ujarnya.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restaurant (PHRI) Kota Bandung Momon Abdurachman mengatakan, tingkat okupansi kamar-kamar hotel berbintang di Bandung yang mencapai 13.000 unit, pada akhir tahun rata-rata mencapai 100 persen.
Tingginya tingkat hunian hotel berbintang ini, diperkirakan juga berdampak pada okupansi hotel non-bintang, serta hotel yang letaknya berada di pinggiran Kota Bandung.
Secara terpisah, Ketua PHRI Jabar Herman Muchtar mengatakan, jumlah wisatawan sejak masa libur Natal dan Tahun Baru 2011 bisa mencapai 52.000 orang. "Tapi, wisatawan yang hanya berbelanja tetapi tidak menginap kemungkinan bisa mencapai ratusan ribu orang," ujarnya.
Kesiapan Infrastruktur
Dari data PT Jasa Marga cabang Pubaleunyi, jumlah kendaraan ke Bandung melalui jalan tol Purbaleunyi saat libur Tahun Baru diprediksi mencapai 198.000 per hari. Namun demikian, Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Jabar Herman Rukmanandi mengingatkan semua pihak bahwa tingginya wisatawan yang masuk ke Bandung masih dibayangi ketidaksiapan infrastruktur di dalam kotanya, seperti tempat parkir.
Menurut Herman, Bandung tidak siap dengan lahan parkir dan ruas jalan sehingga banyak trotoar yang beralih fungsi. Pengus aha pariwisata mendesak ruas jalan dan lahan parkir di kawasan Jalan RE Martadinata dan Setiabudi segera dibenahi karena kedua wilayah tersebut paling banyak menjadi tujuan wisatawan domestik dan mancanegara.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang