JAKARTA, KOMPAS.com - Pertamina menegaskan akan mempersiapkan sarana dan fasilitas untuk mendukung lancarnya pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi yang akan dilakukan pemerintah pada akhir Maret 2011. Persiapan infrastruktur meliputi ketersediaan SPBU BBM nonsubsidi dan penyediaan BBM nonsubsidi. Demikian diungkapkan Vice President BBM Ritel Pertamina, Basuki Trikora Putra, Kamis (30/12/2010), dalam jumpa pers di Kemkominfo, Jakarta.
"Untuk penyediaan BBM nonsubsidi ini dihasilkan oleh Kilang Balongan di Indramayu serta Depot Plumpang Jakarta untuk pasokan di Jabodetabek," ucap Basuki.
Sementara itu, dalam hal penyuplaian bahan bakan nonsubsidi saat ini sudah ada 720 SPBU di Jabodetabek. Dari jumlah itu 530 di antaranya menjual BBM nonsubsidi seperti Pertamax ataupun Pertamax plus.
"Sisanya akan kami lakukan switching tangki dan instalasi tangki bagi SPBU yang hanya memerlukan," ucapnya.
Selain itu, di SPBU juga akan dilakukan pengaturan jalur sehingga memudahkan konsumen yang khusus membeli bahan bakar subsidi seperti premium.
"Nantinya akan ada jalur khusus bahan bakar pertamina, misalnya pertamax dan pertamax plus," ujar Basuki.
Terkait masalah depot, Basuki kembali menegaskan bahwa suplai BBM wilayah Jabodetabek akan disuplai Plumpang, Cikampek, dan Tanjung Gerem. Untuk Depot Plumpang, kapasitas timbun Premium saat ini 106.260 kiloliter (KL) dan Pertamax 34.154 kiloliter.
"Di depot ini akan ada relokasi menjadi pertamax dengan kapasitas 11.000 kiloliter," ungkap Basuki.
Sementara itu, untuk kapasitas Depot Cikampek saat ini 39.916 KL Premium dan 9.873 KL Pertamax. Selanjutnya, kapasitas Depot Tanjung Gerem 33.473 KL Premium dan 9.959 KL Pertamax. Kedua Depot ini, tidak perlu relokasi jika 53 persen pengguna Premium beralih ke Pertamax.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang