JAKARTA, KOMPAS.com — Menjelang akhir tahun 2010, Pertamina EP menembus angka produksi minyak rata-rata 130,2 ribu barrel per hari (MBOPD) dan gas 1.054 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Angka produksi itu lebih tinggi daripada angka produksi minyak tahun 2009 yang mencapai 127,1 MBOPD dan gas 1.043 MMSCFD.
Presiden Direktur Pertamina EP Salis S Aprilian dalam jumpa pers di restoran Kembang Gula, Kamis (30/12/2010) di Jakarta, menegaskan bahwa keberhasilan ini semakin memperkuat keyakinan Pertamina EP untuk bisa tampil sebagai produsen migas yang dapat mewujudkan pertumbuhan produksi secara berkesinambungan. Untuk mewujudkan optimisme peningkatan produksi, PT Pertamina EP melakukan sejumlah upaya percepatan, antara lain melalui optimalisasi produksi, debottle-necking, meningkatkan reaktivasi sumur-sumur tua pada lapangan yang masih memiliki sumber.
Dengan melaksanakan upaya itu, perseroan tersebut berharap dapat mengatasi potensi penurunan produksi alamiah yang cukup besar, yakni 18 persen per tahun. Bahkan, produksi justru meningkat secara berkelanjutan atau rata-rata 3 persen per tahun.
Dalam periode lima tahun sejak awal didirikan, angka produksi Pertamina EP terus tumbuh. Pada 2006 lalu, produksi minyak Pertamina EP mencapai 101,2 ribu barrel per hari. Kemudian pada 2007, produksi minyak Pertamina EP 110,3 MBOPD atau 8,9 persen dan selanjutnya pada 2008 produksi meningkat 5,7 persen jadi 116,6 MBOPD. Sementara itu, pada 2009, produksi minyak Pertamina EP melonjak hingga 127,1 MBOPD dan menjelang akhir 2010 produksi 130,2 MBOPD atau meningkat 2,6 persen dibanding tahun sebelumnya.
Sementara itu, produksi gas Pertamina EP juga tumbuh signifikan setiap tahunnya. Pada 2006, produksi mencapai 869 juta kaki kubik per hari atau meningkat 12,7 persen, sedangkan pada 2007 mencapai 980 MMSCFD.
Produksi menembus angka produksi di atas satu miliar kaki kubik per hari pada 2008, yakni 1.003 MMSCFD atau lebih tinggi 2,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selanjutnya, pada 2009 kembali terjadi peningkatan 3,9 persen jadi 1.043 MMSCFD.
Menjelang akhir 2010, produksi gas Pertamina EP meningkat 1 persen dan berada pada posisi 1.054 miliar kaki kubik per hari. Pencapaian kinerja ini memperkuat posisi Pertamina EP sebagai produsen minyak dan gas kedua di Indonesia.
"Keuntungan sebelum pajak (EBIT) yang berhasil dibukukan sampai dengan November 2010 mencapai Rp 19,6 triliun. Kami juga aktif mencari cadangan migas baru. Sampai Desember 2010, kami berhasil mendapat temuan cadangan minyak 57 juta barrel minyak (MMBO) dan gas 1.353 miliar standar kaki kubik gas (BCFG)," kata dia.
"Jumlah ini jauh lebih besar daripada perkiraan jumlah minyak yang akan diproduksi pada 2010 sebesar 46,7 juta barrel," tambahnya.
Hal tersebut diharapkan menjamin pertumbuhan produksi PT Pertamina EP sehingga upaya ekplorasi yang agresif tetap perlu dilakukan. Menurutnya, percepatan program ini sebagai upaya strategis untuk meningkatkan cadangan migas dalam mendukung pertumbuhan produksi.
Sejauh ini, Pertamina EP gencar melaksanakan eksplorasi di berbagai daerah. Pada 2010, perseroan tersebut telah selesai melaksanakan pengeboran 10 sumur wildcat, 8 sumur deliniasi, dan 1 sumur re-entry. Dari jumlah tersebut, di 14 sumur ekplorasi telah ditemukan kandungan hidrokarbon yang sangat signifikan dan keberhasilan itu menambah sukses rasio pengeboran eksplorasi mencapai 74 persen.
"Ini tentu jadi salah satu faktor yang menstimulasi optimisme PT Pertamina EP terhadap potensi pertumbuhan angka produksi," kata Salis.
Adapun penemuan cadangan migas baru semester pertama diperoleh dari kegiatan eksplorasi di wilayah Indramayu, yakni dari sumur Akasia Bagus 1, Karang Luhur 1, Karang Degan 1, dan Jati Keling-1. Selanjutnya, cadangan didapat di wilayah Bekasi, yakni dari sumur Pondok Mekar 1 serta Pondok Makmur 3 dan 4. Di wilayah Cepu, cadangan migas didapat dari sumur North Kedung Tuban-1.
Sementara itu, di wilayah Sumatera Selatan, sumur-sumur yang menghasilkan penemuan cadangan baru adalah Pagardewa 6X, Prabu menang-6X, Manduru 1, dan Ginaya 1.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang