MILAN, KOMPAS.com - Presiden Inter Milan, Massimo Moratti, menilai mantan manajer timnya, Jose Mourinho, adalah orang yang membuat timnya bisa meraih lima trofi pada 2010 ini. Meski dua trofi diraih di era pasca-Mourinho, yaitu Rafael Benitez, Moratti tetap menilai, Mourinho sebagai peletak batu dasar dan Benitez hanya meneruskan.
Mourinho melatih Inter pada peridoe 2008-2010. Pada musim terakhirnya, ia membawa Inter menjuarai Serie-A, Piala Italia, dan Liga Champions. Ia kemudian digantikan oleh Benitez.
Di bawah Benitez, Inter tampil di ajang Piala Super Eropa, Piala Super Italia, dan Piala Dunia Antarklub. Dari tiga ajang itu, hanya Piala Super Eropa yang gagal diraih.
Menurut Moratti, dengan skuad yang nyaris sama pada era Mourinho dan Benitez, Inter seharusnya bisa meraih enam gelar dan mendapat ponten sepuluh. Dan, tanpa menyebut nama Benitez, ia memberi nilai 9,5 kepada Inter dan menyebut Mourinho sebagai pahlawannya.
"Seandainya kami meraih Piala Super Eropa, kami mendapat poin maksimal dalam skala sepuluh. Namun, mengesankan melihat lima trofi di akhir tahun. Ini istimewa," ujar Moratti.
"Mourinho adalah berperan dalam setiap keberhasilan itu dan ia harus dipandang dunia. Diskusi dan tensinya, beberapa melebihi takaran, beberapa bersifat instingtif. Namun, Anda harus memberi nilai penuh kepadanya karena ia membuat Anda menang
Benitez belum lama ini dipecat dan telah digantikan mantan manajer AC Milan, Leonardo. Menurut Moratti, putusnya relasi kerjanya dengan Benitez dipicu oleh pernyataan Benitez kepada publik soal program pengembangan tim, yang dibubuhi ancaman oleh Benitez, yaitu jika tak mendukung program itu, Inter tak punya pilihan selain memecatnya.
Moratti mengatakan, ia tak bermasalah dengan permintaan maupun ancaman Benitez. Menurutnya, satu-satunya masalah adalah, Benitez menyampaikan itu kepada publik, sebelum berdiskusi secara pribadi dengannya.
"Benitez tahu saya tak suka membicarakan hal seperti itu di muka publik karena kami akan mendiskusikannya sendiri. Ada banyak kesempatan (mendiskusikan itu, ketimbang bicara kepada media)," tandasnya. (SKY)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang