Tahun baru

Memperkuat Solidaritas dalam Perayaan Pergantian Tahun

Kompas.com - 31/12/2010, 05:16 WIB

Hura-hura, pesta, kumpul-kumpul, kembang api, petasan, dan kemeriahan lainnya biasanya identik dengan malam pergantian tahun. Namun, kali ini akan ada sedikit hal yang berbeda.

Tempat-tempat hiburan malam di DKI Jakarta telah berkreasi menggelar pesta perayaan Tahun Baru. Masyarakat yang lain juga bersiap menggelar kegiatan keagamaan bersama untuk mendoakan Indonesia agar lebih baik pada tahun 2011.

Silakan tengok X2, sebuah tempat hiburan malam di Plaza Senayan, Jakarta. Mereka mengelola acara bertema ”Dance Vegas”. Direktur Pemasaran dan Penjualan X2 Marco Hermawan di Jakarta, Senin (27/12), mengatakan, mereka ingin memindahkan gemerlap suasana kota hiburan terkenal dari Amerika Serikat, Las Vegas. Tarian, musik, disc jockey, sampai kembang api akan menghibur para tamu. Tentu saja lampu sorot warna-warni semakin membuat suasana meriah.

Pengunjung membayar Rp 200.000 per orang dan mendapatkan segelas minuman selamat datang berupa jus, whisky, atau bir. ”Kalau datang lewat tengah malam, tamu cukup bayar Rp 150.000,” lanjut Marco.

Toleransi

Pesta meriah juga digelar pengelola tempat hiburan di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, dan Mangga Besar, Jakarta Barat. Keindahan bertoleransi juga terasa di kawasan Kemang. Pengelola tempat hiburan akan mengatur suara musik agar tidak mengganggu kegiatan zikir akbar yang digelar di Jalan Kemang Raya.

”Bentuk toleransinya adalah dengan tidak mengeraskan suara musik, tidak memasang pernak-pernik yang terlalu mencolok, dan tentu saja mengomunikasikan hal ini dengan calon pengunjung jauh hari sebelumnya, agar mereka juga paham situasi. Tahun lalu ada beberapa tamu yang datang dengan pakaian minim disoraki oleh majelis zikir, kan jadi tidak enak,” kata Amira Alaydrus, Asisten Operasional Manajer Nu China Bar dan Lounge.

Untuk acara malam pergantian tahun, Nu China tidak menyiapkan acara khusus.

”Boro-boro acara khusus, dengan adanya zikir, kami bahkan berusaha agar tidak terlalu mencolok dan mengganggu. Yang penting kami tetap merayakan pergantian tahun dan zikir juga jalan,” kata Amira.

Lain lagi di tempat hiburan di kawasan Mangga Besar, yang tahun ini tampak tak terlalu bersolek menyambut pergantian tahun. Sejumlah diskotek di kawasan ini relatif tidak memiliki persiapan khusus. Sebagian klub-klub hiburan malam itu hanya mengandalkan tamu seperti hari-hari biasa.

Mereka juga tak menyediakan paket khusus merayakan malam Tahun Baru 2011. Sejumlah pekerja di beberapa diskotek mengatakan, berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, relatif tidak ada kenaikan jumlah pengunjung pada malam Tahun Baru sekalipun pada sejumlah diskotek hanya diberlakukan harga beli minuman.

”Masuk di sini tidak bayar, hanya bayar jika beli minuman,” kata Agus, salah seorang pekerja diskotek.

Seorang pedagang mi keliling, Iwan, mengatakan, sudah tiga tahun terakhir kawasan tersebut sepi pada malam Tahun Baru. Menurut Iwan, yang telah berdagang di Mangga Besar selama tiga tahun, warga memilih merayakan pergantian tahun di silang Monumen Nasional (Monas) dan tempat rekreasi.

Banyak cara yang dilakukan orang untuk melewatkan malam pergantian tahun. Pesta, panggung hiburan, kembang api, sampai wisata ke gunung atau pantai menjadi pilihan warga.

Mereka ingin merayakan kegembiraan melepas tahun 2010 dan menyambut tahun 2011 dengan berbagai cara. Ada pesta, ada juga kegiatan keagamaan.

Semua orang ingin menyambut Tahun Baru sambil berdoa agar kehidupan mereka menjadi lebih baik pada Tahun Kelinci nanti. Semakin solid kita, semakin jaya Indonesia. Selamat menyambut Tahun Baru 2011.(Ren/Ara/Ink)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau