Pesawat Terbakar Jelang Terbang, 1 Tewas

Kompas.com - 02/01/2011, 00:31 WIB

MOSKOW, KOMPAS.com - Satu orang tewas pada Sabtu (1/1/2011) dan sedikitnya 12 orang lagi dirawat di rumah sakit ketika satu pesawat terbakar sebelum lepas landas di bandar udara di Rusia utara jauh.

Pesawat Tupolev yang membawa 116 penumpang dan delapan awak itu sebelumnya dijadwalkan terbang dari kota Surgut di wilayah Urals, Rusia utara jauh, menuju Moskow.

Menurut laporan, pesawat tersebut terbakar habis dalam kecelakaan itu, peristiwa mematikan paling akhir yang melanda industri penerbangan Rusia.

Pesawat tersebut telah mulai terbakar saat memasuki landasan pacu di Surgut sebelum lepas-landas, kata komisi penyelidik di dalam satu pernyataan.

"Dinas darurat tak bisa memadamkan api dan terjadi ledakan. Penumpang dan anggota awak diungsikan sebelum ledakan," katanya. Namun pernyataan itu mengatakan satu mayat telah ditemukan dengan tanda-tanda luka bakar parah.

Kantor berita Rusia menyatakan, perusahaan penerbangan tersebut sebagai perusahaan penerbangan regional Kogalymavia, yang juga dikenal dengan nama Kolavia.

Gambar pertama dari lokasi kejadian memperlihatkan puing pesawat berada di landasan pacu dengan asap putih tebal membumbung dari satu mesinnya.

Juru bicara bagi cabang regional Kementerian Darurat Vadim Rebennikov mengkonfirmasi korban jiwa satu tapi juga mengatakan 10 orang telah dirawat di rumah sakit karena cedera dan luka bakar, demikian laporan kantor berita ITAR-TASS.

Menurut laporan sebelumnya, tiga orang hilang dan tak jelas apakah mereka telah ditemukan. Laporan awal menyatakan, satu mesin pesawat terbakar di udara dan pesawat mendarat darurat. namun, para pejabat mengatakan, kecelakaan terjadi sebelum pesawat lepas-landas dari landasan pacu.

"Ada asap hitam tebal dan orang-orang berlarian dengan panik. Mereka saling menginjak kepala masing-masing," kata Sergei Grigoriyev, penyanyi grup musik rock terkenal Rusia Na-Na yang berada di pesawat itu.

Komite penyelidik mengatakan penyelidikan resmi telah dilakukan mengenai kemungkinan pelanggaran peraturan keamanan angkutan udara.

Menteri Perhubungan Igor Levitin mengatakan, tidak jelas apa penyebab kecelakaan tersebut, dan menyatakan tak ada versi awal mengenai kejadian itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau