JAKARTA, KOMPAS.com — Masih banyak kendaraan roda dua dan empat yang nekat menggunakan jalur bus transjakarta di koridor IX. Padahal jalur ini telah aktif digunakan bus transjakarta jurusan Pinang Ranti-Pluit yang baru saja diresmikan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo pada Jumat (31/12/2010).
"Masih banyak yang menyerobot jalan busway karena enggak ada pembatas jalannya, enggak ada petugas yang melakukan sterilisasi jalur, apalagi kendaraan yang dari tol langsung lewat jalur busway," kata seorang petugas pintu di shelter Semanggi yang enggan menyebutkan namanya, Minggu (2/1/2011).
Berdasar pemantauan Kompas.com, di jalur bus transjakarta koridor IX Jalan Gatot Subroto tidak ada pembatas antara jalur bus transjakarta dan jalur biasa. Yang menjadi penanda hanyalah cat merah pada jalur untuk bus transjakarta.
Aksi menyerobot jalur bus transjakarta juga tampak sepanjang jalur Pinang Ranti-Pluit. Seperti di Jalan S Parman, Jakarta Barat, mobil-mobil tetap santai menggunakan jalur khusus ini meski di belakangnya bus transjakarta sedang melaju. Aksi tersebut memang belum menjadi masalah karena hari Minggu ini lalu lintas masih sepi. Namun, beda perkaranya kalau aksi ini tetap berlanjut pada hari efektif kerja.
Selain aksi menyerobot jalur, jalan yang menyempit dikhawatirkan menjadi sumber kemacetan baru setelah jalur Pinang Ranti-Pluit ini beroperasi. Di Jalan Pluit Timur Raya misalnya, bus transjakarta harus bersabar mengantre di jalurnya yang dipenuhi mobil akibat jalur mobil menyempit.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang