Food story

Udang Lembah Serayu

Kompas.com - 03/01/2011, 11:31 WIB

KOMPAS.com - Mungkin dari nama tempatnya cukup unik, yaitu Lembah Serayu, karena memang berada di Lembah Sungai Serayu, tepatnya berada di tepi Jalan Raya Purwokerto - Bandung KM 17.

Kami datang pada saat jam makan siang sudah lewat, jadi terasa agak sepi. Meskipun tempatnya cukup sederhana, namun keramahan Ibu Suryati, pemilik rumah makan Lembah Serayu ini, membuat suasana menjadi lebih menyenangkan. Kami pun sempat mengobrol dengan beliau.

Ibu Aryati menceritakan sedikit mengenai awalnya membuka Warung Pojok Lembah Serayu ini, beliau memulainya pada tahun 1980. Setiap hari buka mulai jam 08.00 sampai dengan 20.30. Menurut Aryati, Lembah Serayu sudah menjadi langganan para pejabat daerah Jawa Tengah, seperti bupati Purwokerto, bupati Cilacap, bupati Purbalingga bahkan Gubernur Jawa Tengah pada saat itu, yaitu Bapak Mardianto (mantan Menteri Dalam Negeri).

Menu yang disajikan di sini juga cukup unik dan mungkin jarang bisa ditemui di tempat lain, disini menyediakan Ikan Lunjar, Udang kali goreng, Udang kali masak bumbu rujak, pecak dan asam manis, semuanya berasal dari sungai (kali) Serayu yang terbentang luas di seberang rumah makan ini.

Jenis udang yang ada disini adalah udang 'watang', yang biasanya banyak ditemukan pada musim terang. Ada juga jenis udang Tepus dan Dogol. Kemudian ada juga Sayur Urap, Botok/Kluban, dan sayur bunga kecombrang. Makanan ini juga termasuk jarang ditemukan di tempat lain.

Akhirnya makanan kami datang juga, saya dan teman-teman langsung menyantap udang-udang dari Lembah Serayu ini. Kami mencoba udang kali goreng dan ikan lunjar khas Lembah Serayu, dan ternyata memang enak dan rasanya lumayan gurih, jadi bila Anda sedang melewati Jalan Raya Purwokerto - Bandung di KM17, cobalah mampir untuk mencoba kelezatan makanan khas rumah makan Lembah Serayu. Sangat menggoda lidah... (Yudi)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau