Bosan Treadmill? Tiru Cara Seleb Mengakalinya

Kompas.com - 03/01/2011, 11:32 WIB

KOMPAS.com - Banyak orang yang mendaftar sebagai member di pusat-pusat kebugaran, dan memilih peralatan seperti treadmill atau elliptical machine untuk membakar kalori. Namun, jika Anda hanya bergerak selama 10 menit di atas mesin tersebut, Anda baru sekadar memanaskan tubuh. Untuk benar-benar membakar kalori, paling tidak Anda membutuhkan waktu 30 menit lagi. Tetapi, rasanya kok bosan sekali ya, berjalan secara statis di atas treadmill?

Ternyata, bukan hanya Anda yang merasa jenuh saat menggunakan alat di gym. Beberapa selebriti yang memilih tubuh superkencang juga dilanda kebosanan yang sama. "Sebenarnya, aku tidak pernah menghabiskan waktu berjam-jam di gym karena aku enggak suka, dan gampang bosan. Rasanya aku jadi seperti hamster yang terlalu lama berlari di atas treadmill," ujar Jessica Alba.

Meskipun begitu, bintang film Machete ini tidak menghindarinya sama sekali. Untuk mengakali kebosanan itu, ia membuat latihan-latihan yang pendek. "Kalau aku lagi merasa harus berolahraga, aku berlatih tiga atau empat hari dalam seminggu. Di gym, aku latihan kardio selama 10 menit, lalu angkat beban sedikit. Kemudian kardio lagi 10 menit, dan angkat beban sedikit. Itu saja," katanya sambil menambahkan, seperti orang lain, ia selalu mendengarkan musik atau nonton film saat latihan kardio.

Jika sudah begitu "muak" dengan gym, ibu satu anak ini memilih untuk hiking, yang menurutnya jadi selingan yang asyik dari treadmill.

Pola latihan pendek-pendek ini rupanya juga diterapkan oleh Jennifer Garner. Perempuan yang sangat dikenal determinasinya ini punya trik saat harus menurunkan berat badannya usai melahirkan. Seperti orang lain, ia enggan berlari di atas treadmill selama 45 menit. Ia lalu melakukan suatu trik mental kecil-kecilan.

"Caranya, aku akan berjalan di treadmill selama 10 menit. Setelah 10 menit, kita pasti merasa, 'Ah, 10 menit bukan apa-apa kok'. Anehnya, setelah 10 menit, aku selalu ingin melakukan 10 menit lagi, yang akan mendorongku melakukan 10 menit lagi. Itu merupakan cara yang hebat untuk memacu Anda latihan kardio," seru pemeran Julia di Valentine's Day ini.

Beberapa perempuan selebriti lain bahkan sudah meninggalkan treadmill dan angkat beban untuk melakukan jenis latihan yang lain. Lucy Liu, salah satu bintang Charlie's Angels, memilih untuk melakukan latihan stretching tiga kali sehari, dan sesi Pilates singkat. "Perempuan kan bisa terlihat terlalu berotot kalau melakukan angkat beban, sementara treadmill membosankan. Stretching bisa memperpanjang otot-otot, dan setelah berjalan lama, postur tubuh bisa membaik," katanya.

Cara yang lain lagi dilakukan Reese Witherspoon. Personal trainer-nya, Matthew Reyes, mengatakan bahwa aktris ini punya dua senjata rahasia. Pertama, hiking secara mundur untuk membentuk otot-otot betis dan mengencangkan tubuhnya. Kedua, ia selalu membawa ankle weight seberat masing-masing 2 kg ketika berjalan.

Ternyata, banyak yang bisa kita lakukan untuk menghindari kebosanan berjalan atau berlari di atas treadmill. Jangan sampai karena Anda jenuh, akhirnya Anda berhenti latihan sama sekali.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau