BEIRUT, KOMPAS.com — Sebuah granat tangan, Sabtu (1/1/2011) malam, dilemparkan ke tempat kediaman putra mantan Perdana Menteri Lebanon Omar Karami, sekutu kelompok bersenjata Syiah Hizbullah. Para penyerang tak dikenal melemparkan sebuah granat tangan yang ditujukan ke kediaman putra mantan Perdana Menteri Omar Karami di kota Lebanon utara Tripoli dan melukai dua pengawalnya.
Kendaraan yang membawa pelempar granat itu dikenali sebagai sebuah KIA hitam, kata seorang sumber keamanan. Ketegangan memuncak di Lebanon dalam beberapa bulan terakhir berkaitan dengan akan dikeluarkannya dakwaan oleh Pengadilan Khusus untuk Lebanon (STL), yang menyelidiki pembunuhan mantan Perdana Menteri Lebanon Rafik Hariri pada 2005. Pengadilan yang didukung Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) ini diyakini menuding Hizbullah sehingga memicu kekhawatiran kekerasan antara Sunni dan Syiah di negara itu.
Karami mengatakan, kegagalan untuk mengungkap mereka yang berada di balik peristiwa itu akan menyebabkan Tripoli rentan terhadap insiden keamanan dan ketidakstabilan. "Dari perspektif politik dan keamanan, insiden itu adalah salah satu yang sangat berbahaya," katanya.
"Tripoli bukan milik satu kelompok, melainkan untuk beberapa pihak dan jika semua pihak melemparkan bom terhadap yang lain, kota ini akan membayar harganya," ujarnya.
Presiden Lebanon Michel Suleiman, Ketua Parlemen Nabih Berri, dan Perdana Menteri Saad Hariri bersama dengan beberapa menteri, anggota parlemen, dan duta besar, serta pejabat agama dan keamanan menelepon Karami untuk mengutuk insiden itu.
Sekutu politik Karami, Hizbullah, mengeluarkan pernyataan yang menggambarkan kejadian itu sebagai bagian dari upaya menghadapi pukulan stabilitas dalam negeri dan melemahkan posisi tokoh politik, yang berencana menghasut perselisihan antarpenduduk Lebanon.
Hizbullah mendesak pejabat politik dan keamanan untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna menemukan mereka yang bertanggung jawab atas insiden itu, dan menyeret mereka ke pengadilan.
Tripoli telah menyaksikan selama beberapa tahun terakhir sejumlah insiden keamanan dan beberapa bentrokan bersenjata kebanyakan antara para pemukim Bab al-Tabbaneh, yang menampung mayoritas Sunni, dan Jabal Mohsen, yang mencakup sebuah komunitas Alawite, sebuah cabang dari Islam Syiah.