Pascafinal aff

Bachdim Bebas Tinggalkan Persema Malang

Kompas.com - 03/01/2011, 19:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ujung tombak tim nasional Indonesia Irfan Haarys Bachdim bisa tersenyum terkait dengan kontraknya bersama Persema Malang. Irfan Bachdim bisa meninggalkan "Laskar Ken Arok" yang pindah ke Liga Primer Indonesia (LPI).

"Kalau Irfan mau keluar dari Persema, dia aman karena saya sudah mempelajari kontrak pemain. Isi kontraknya, hubungan kedua pihak hanya untuk bermain di ISL (Liga Super Indonesia)," ungkap Direktur Hukum dan Peraturan PSSI Max Boboy di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Senin (3/1/2011).

Max Boboy mengakui, jika Irfan Bachdim memilih meninggalkan Persema, itu tidak ada masalah. "Dan tidak ada penalti yang mengharuskannya membayar kontrak dua kali lipat," tutur Max Boboy.

Pihak Persema lewat manajernya, Asmuri, sempat mengancam Irfan. Pemain blasteran Indonesia-Belanda ini harus menebus dua kali lipat kontrak jika memutusnya di tengah jalan. Hal itu terjadi terkait ancaman PSSI yang akan mencoret pemain timnas yang memperkuat klub di LPI.

Dalam kutipan kontrak, Irfan memang jelas disebut bahwa kontrak itu hanya untuk kompetisi di bawah naungan PSSI. "Pihak pertama dan kedua terlebih dahulu menerangkan sebagai berikut: bahwa pihak pertama adalah manajer tim Persema (Asmuri), anggota Indonesian Super League (ISL)."

Pihak kedua, papar Max Boboy, adalah pemain sepak bola profesional, yang pada saat kerja sama ini ditandatangani, tidak terikat kerja sama dengan klub sepak bola mana pun (Irfan Bachdim).

"Dalam semua ketentuan pasal-pasal perjanjian ini, yang disebut dengan kompetisi antara pihak kedua dan pertama hanya merujuk kepada kompetisi dan/turnamen yang diselenggarakan BLI/PSSI/AFF/AFC dan/kompetisi lain yang mendapatkan persetujuan PSSI yang diikuti pihak pertama," papar Max Boboy.

Hal inilah yang disebut Max Boboy memperkuat posisi Irfan. Pemain berusia 22 tahun itu dikontrak semusim oleh Persema.

"Jelas perjanjian pemain itu mengatur untuk bermain di kompetisi ISL. Di luar itu, tidak ada kewajiban bagi pemain untuk ikut ambil bagian di luar kontrak itu. Karena itu, jika Persema ikut liga lain di luar ISL, pemain tak ada masalah keluar dari Persema," ungkap Max Boboy.

Sementara itu, Pelatih Persema Malang Timo Scheunemann yang berjasa dalam mendatangkan Irfan Bachdim dan Kim Kurniawan ke Persema mengaku tidak mengikat Irfan dan Kim.

"Saya serahkan kepada mereka berdua, ingin tetap atau hengkang dari Persema demi karier sepak bola mereka. Toh mereka di Persema tidak ada hitam di atas putih kok. Tapi, saya berharap mereka berdua masih loyal sama saya di Persema," tutur Timo Scheunemann.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau