Manfaat Pijat Usai Melahirkan

Kompas.com - 04/01/2011, 13:29 WIB

KOMPAS.com - Perempuan mengalami berbagai perubahan selama kehamilan. Tak hanya perubahan secara fisik yang kasat mata. Sistem organ pada perempuan juga mengalami perubahan, terutama organ reproduksi. Nah, usai kehamilan dan melahirkan, masalah pada fisik dan organ tubuh perempuan masih berlanjut. Inilah sebabnya, perempuan membutuhkan perawatan usai melahirkan. Perawatan tubuh penting untuk menguatkan kembali otot yang melemah, memperlancar ASI,  juga sebagai rileksasi akibat kelelahan usai melahirkan.

Ahli fisioterapi, Wiwit Azmi Lestari, AMF, SE, DIPL. CIDESCO, menjelaskan masalah potensial yang terjadi usai melahirkan, di antaranya problem peredaran darah, pengeluaran air susu, kelelahan ibu, trauma dasar panggul, otot abdomen yang meregang, dan postur yang salah. 

"Usai melahirkan, perempuan perlu segera melakukan perawatan tubuh dalam masa nifas. Masa nifas dimulai usai melahirkan hingga enam minggu setelahnya. Alat genetalia pulih kembali seperti sebelum kehamilan dalam waktu tiga bulan," jelas Wiwit kepada Kompas Female saat ditemui di Taman Sari Royal Heritage Spa, Jakarta, Jumat (31/12/2010) lalu.

Pada masa nifas inilah, kata Wiwit, ibu usai melahirkan memerlukan rileksasi. Karena, jelasnya, umumnya perempuan sangat lelah setelah melahirkan. Perempuan harus tidur terlentang selama delapan jam postpartum untuk mencegah terjadinya pendarahan. Sesudahnya, perempuan boleh miring ke kanan dan kiri untuk mencegah thorombosis (penggumpalan darah pada pembuluh darah).

Manfaat perawatan postmaternity
Perawatan tubuh usai melahirkan bisa dilakukan dengan pijatan khusus ibu pascapersalinan, senam nifas, hingga mengonsumsi minuman herbal atau jamu selapan, serta menggunakan stagen atau gurita untuk mengembalikan postur tubuh seperti semula. Perawatan tubuh ini diperlukan dengan tujuan:
* Melancarkan peredaran darah agar tak terjadi thorombosis.
* Kecukupan oksigen yang dibutuhkan untuk sirkulasi darah.
* Merangsang kelancaran pengeluaran ASI.
* Memperbaiki tonus dan menguatkan otot yang melemah dan teregang sewaktu kehamilan dan kelahiran, seperti otot perut dan dasar panggul.
* Melatih perempuan untuk mengembalikan postur tubuh dengan cara yang benar.
* Mengajarkan perempuan mengenai pola kerja yang benar dalam aktivitas sehari-hari usai melahirkan.
* Mengajarkan cara yang tepat untuk rileksasi.

"Agar perawatan tubuh dilakukan secara tepat dan benar, sebaiknya pilih terapis yang sudah tersertifikasi dan memang khusus menangani perawatan postmaternity," saran Wiwit.

Anda juga perlu memerhatikan apakah perawatan tubuh usai melahirkan dilakukan dengan tepat. Karena menurut Wiwit, perawatan usai melahirkan (terutama pijatan) fokus pada uterus, payudara, dan sejumlah otot dasar pinggul.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau