Pilpres

Mega Mungkin Tak Maju 2014

Kompas.com - 04/01/2011, 15:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum DPP PDI Perjuangan yang juga mantan Presiden Megawati Soekarnoputri kemungkinan tidak akan maju sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden 2014 mendatang.

Hal itu dikatakan politisi senior PDI Perjuangan Taufik Kiemas, Selasa (4/1/2011) di Gedung MPR, Jakarta. Ia memperkirakan Mega akan memberikan kesempatan kepada kader muda. "Saya rasa (Pilpres) 2014, umur Ibu Mega sudah 67 tahun, mestinya sudah regenerasi. Dengan kata lain, Ibu (Mega) mungkin tidak nyalon. Kalau calon lain lebih muda 20 tahun dari Ibu kan tidak enak juga, iya kalau menang. Kalau kalah lagi?," kata suami Megawati ini.

Taufik berpandangan, tahun 2014 merupakan kesempatan bagi kader muda untuk mencalonkan diri. Usia yang dinilainya cukup matang di kisaran 40-50 tahun. "Mereka yang berumur 40-50 tahun sudah saatnya jalan. Sudah eranya anak muda, bisa campuran yang muda dengan yang tua," kata Taufik yang juga menjabat Ketua MPR.

PDI Perjuangan, kata dia, kemungkinan akan mengajukan kader muda. Apakah putrinya, Puan Maharani, menjadi salah satu kandidatnya? "Belum tahu siapa," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau