Kasus penukaran narapidana

Kasipidsus Bojonegoro Juga Dicurigai

Kompas.com - 05/01/2011, 07:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Marwan Effendy membeberkan kemungkinan dua oknum lagi yang terlibat kasus joki narapidana di LP Bojonegoro, Jawa Timur.

Kedua oknum tersebut adalah Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Bojonegoro Hendro Sasmito dan jaksa penuntut umum Tri Mawarni yang menangani perkara Kasiem, narapidana kasus penyelewengan dana pupuk bersubsidi.

Keduanya dianggap lalai karena tidak mengosongkan kolom nama pada blangko surat eksekusi Kasiem. Marwan juga tidak menutup kemungkinan ada unsur kesengajaan pada blangko kosong surat eksekusi Kasiem tersebut.

"Tri Mawarni dan Kasipidsus-nya juga bisa ada kelalaian, tapi sekarang sedang diusut. Ada nggak kesengajaan juga karena hasil pemeriksaan sementara itu ada blangko kosong tidak diisi," ucap Marwan, Selasa (4/1/2011) di Kejaksaan Agung, Jakarta.

Blangko yang dimaksud merupakan surat pelaksanaan eksekusi Kasiem. "Itu kan ada blangkonya, ada berita acaranya. Itu nggak diisi, hanya dicap. Nama orang nggak diisi. Ada apa ini?" ujarnya curiga.

Akibat kosongnya blangko tersebut, Marwan pun mengaku bertanya-tanya. Apalagi, blanko tersebut baru diisi di LP. "Nah, ini tidak lazim," ucapnya.

Selain faktor blangko kosong, Marwan juga menilai ada unsur kesengajaan karena jaksa tidak mengantarkan sendiri ke LP. "Eksekutor kan jaksa, bukannya petugas TU (tata usaha). Dia nganter sendiri harusnya, to? Andaikan dia nggak mengantar sendiri, dia bisa cek. Kalau itu betul orangnya, tapi itu kan tidak. Harusnya ada cek dan recheck," ujarnya.

Ia menambahkan, "Nah, Kasipidsus-nya kan harusnya di depan dia. Tanya dong, ke mana, sudah diserahin belum. Sudah ditandatangani belum, sudah diantar belum. Nah, waskat (pengawasan melekat) di sini tidak berjalan," kata Marwan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau