Kebakaran

Puluhan Tabung Meledak, Seorang Tewas

Kompas.com - 05/01/2011, 09:47 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com — Seorang karyawan tewas dalam kebakaran yang meledakkan puluhan tabung gas di agen Blue Gas, Jalan Raya Terusan Buahbatu, Bojongsoang, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Rabu (5/1/2011).

Korban bernama Nasrudin tewas seketika di lokasi kejadian dengan kondisi gosong dan mengenaskan. Sementara itu, pemilik agen elpiji, Zaenal, mengalami luka bakar.

Kebakaran yang menyebabkan ledakan puluhan tabung elpiji itu berlangsung sekitar pukul 06.45. Suara ledakan berkali-kali mengejutkan warga di sekitar lokasi kejadian.

Warga bertambah kaget dengan berhamburannya tabung gas ke udara dan mengenai beberapa rumah warga di pinggir jalan yang menghubungkan Baleendah dengan Buahbatu, Kota Bandung, itu.

"Suara ledakannya berkali-kali, seperti perang saja. Tabung gas berhamburan, bahkan melintasi jalan raya yang sedang ramai," kata Dede (55), anggota Linmas Desa Lengkong, yang berada di lokasi kejadian.

Warga mengerubungi lokasi kejadian yang langsung terbakar hebat. Rumah warga yang berada di lokasi kejadian juga ikut terbakar dan warga lain panik karena khawatir ada ledakan baru dari tabung gas lain.

Warga tidak bisa berbuat banyak untuk menolong korban Nasrudin yang ada di dalam kios itu. Adapun pemilik agen elpiji, Zaenal, berhasil menyelamatkan diri meski dalam kondisi luka bakar.

Petugas pemadam kebakaran dan anggota Polsek Bojongsoang pun melakukan langkah pemadaman. Warga diminta tidak mendekati lokasi kejadian untuk menghindari terjadinya ledakan dari tabung gas yang masih ada di dalam kios.

Kemacetan arus lalu lintas di Jalan Raya Terusan Buahbatu  tidak bisa terhindarkan selama pemadaman api. Pemadaman api melibatkan lima mobil pemadam kebakaran dari Kabupaten Bandung serta beberapa unit dari Panasia Dayeuhkolot dan Kota Bandung.

Nasrudin yang tewas dalam kejadian itu baru bisa dievakuasi setelah api padam.

"Korban bukan warga Lengkong, katanya sih dari Jateng," kata Dede.

Korban dievakuasi ke sebuah rumah yang digunakan sebagai tempat kursus bahasa Inggris di sekitar lokasi kejadian, selanjutnya dibawa ke kamar mayat RS Hasan Sadikin Bandung untuk divisum.

Sementara itu, jajaran Polsek Bojongsoang dan Polres Bandung melakukan olah TKP dan memasang garis polisi di sekitar lokasi kejadian. Sejauh ini belum diketahui penyebab ledakan dan kebakaran di agen elpiji Blue Gas itu.

Sukandar, salah seorang saksi dan tetangga korban, menyebutkan, api berasal dari tumpukan bawah tabung elpiji itu.

"Saya sempat membantu dan menyiram dengan air. Karena tahu bahaya banyak tabung gas elpiji, saya menjauh dan membawa keluarga keluar rumah karena khawatir ada ledakan besar," kata Sukandar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau