Kekerasan terhadap anak

Bocah 5 Tahun Disodomi

Kompas.com - 05/01/2011, 17:45 WIB

DENPASAR.KOMPAS.com- Kasus asusila dengan korban anak di bawah umur kembali terjadi di Bali. Seorang bocah laki-laki berusia 5 tahun diduga menjadi korban sodomi oleh seorang pria yang tak lain adalah tetangga korban.

Orang tua korban yang tak terima dengan perbuatan tersangka akan segera melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian.

Untuk memperkuat bukti tindakan asusila yang dialami buah hatinya, orang tua korban berinisial Dd, Rabu (5/1/2011) siang tadi, berinisiatif untuk melakukan visum di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, Denpasar.

“Saya ingin anak saya divisum dulu, sehingga benar-benar terbukti. Setelah itu baru saya laporkan. Tapi pengakuan anak kecil biasanya jujur,” ujar Dd di sela-sela proses visum putranya di RSUP Sanglah, Denpasar.

Dd awalnya curiga terhadap tingkah laku buah hatinya yang terlihat murung dan depresi. “Kami kaget, kok anak saya tiba-tiba muntah-muntah. Selain itu dia terlihat lemas dan syok,” kata Dd.

Setelah didesak agar berkata jujur, si buah hati memberikan pengakuan yang mengejutkan. Dia bercerita bahwa hari Sabtu (1/1) tetangga kosnya yang bernama Fr memaksa untuk (maaf) menghisap anunya. Tak berhenti sampai disitu, Fr kemudian “menyerang” korban dengan memasukkan anunya ke dalam anus.

Peristiwa ini terjadi di kamar kos tersangka yang juga tetangga kos korban di Jalan Gunung Karang, Kerobokan, Badung. “Ketika itu, kami sedang tidur. "Kami juga tidak tahu kalau Dede main ke sana (kamar kos pelaku). Tapi biasanya sih memang sering main,” jelas Dd.

Ironisnya, tersangka sudah memiliki istri dan anak serta sudah dianggap saudara oleh keluarga korban. Selanjutnya, orang tua korban akan menyerahkan kasus ini ke kepolisian dan berharap tersangka dihukum seadil-adilnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau