City Panas, Adebayor-Toure Baku Hantam

Kompas.com - 05/01/2011, 22:49 WIB

MANCHESTER, KOMPAS.com — Suasana panas ditengarai terjadi di tubuh Manchester City. Akibatnya, konflik muncul secara bertubi-tubi dan terakhir Emmanuel Adebayor berkelahi dengan Kolo Toure dalam latihan.

Menurut SunSport, peristiwa itu terjadi pada Selasa (4/1/2011). Pemicunya, Tore pernah berkomentar agar para pemain kembali berkonsentrasi pada pekerjaan daripada hal lain sebelum tur ke Fulham, November 2010. Adebayor merasa komentar itu ditujukan kepadanya. Sejak itu, hubungan keduanya kurang baik.

Puncaknya terjadi pada latihan Selasa itu. Adebayor melanggar Toure dari belakang. Sontak, Toure marah dan keduanya kemudian terlibat baku hantam.

Empat rekannya terpaksa menarik Adebayor, sedangkan James Milner menarik Toure untuk menghentikan perkelahian. Bahkan, Manajer Roberto Mancini juga memisah mereka, tetapi tidak digubris.

Toure membantah terjadi perselisihan sengit dengan Adebayor hingga memengaruhi atmosfer klub. "Biasa, itu hanya saling umpat karena terjadi tekel keras. Kami berdua kehilangan kontrol emosi, tapi kemudian santai lagi. Pemain lain dan manajer datang untuk memisah kami," kata Toure.

"Semua sudah terlupakan. Dengan Adebayor, ini bukan pertama dan rasanya bukan yang terakhir. Di Arsenal, kami sering melakukan hal itu juga. Mungkin kami saling mengenal dengan baik. Ini juga membuktikan bahwa kami punya energi untuk membakar. Ini bukan senegatif yang dikira orang," katanya.

Insiden ini semakin membuat publik yakin bahwa suasana di Manchester City memang panas. Sebelumnya, perkelahian juga terjadi antara Mario Balotelli dan Jerome Boateng. Bahkan, Carlos Tevez sempat terlibat konflik dengan Roberto Mancini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau