KOMPAS.com — Sudah ada permintaan penambahan pasukan PBB di Pantai Gading. Menurut Kepala Pasukan Perdamaian PBB Alain Le Roy, pihaknya meminta hingga lebih dari 1.000 tenaga pasukan teranyar. "Krisis politik berlanjut di Pantai Gading," begitu alasan Le Roy sembari berharap kekuatan paling gres itu sudah hadir beberapa pekan mendatang.
Pasukan PBB telah menjaga hotel di Abijan yang merupakan tempat sementara Alassane Ouattara, Presiden Pantai Gading yang diakui oleh dunia internasional. Presiden lama, Laurent Gbagbo, menolak untuk mundur.
Le Roy mengatakan, pasukan tambahan itu dibutuhkan karena pasukan yang ada sekarang memiliki tugas untuk menjaga hotel.
Sekitar 10.000 orang pasukan perdamaian PBB telah berada di negara itu. Dia juga mengatakan, pasukan PBB akan menghadapi musuh yang lebih banyak karena pemberitaan yang salah lantaran media dikontrol oleh Gbagbo.
Sementara itu, blokade dilakukan oleh pasukan Gbagbo di sekitar hotel tempat Alassane Ouattara. Pada Rabu (5/1/2011), Menteri Luar Negeri Pantai Gading Alcide Djedje mengatakan, blokade akan diakhiri jika bekas pemberontak yang melindungi Ouattara meninggalkan gedung.
Djedje, sebagaimana warta AP dan AFP pada Kamis (6/1/2011), mengatakan, tentara Pantai Gading tidak dapat menoleransi jika 300 orang bekas pemberontak bersenjata berada di hotel. "Jika pasukan itu pergi, blokade akan dibuka," tutur Djedje.
Wilayah utara di negara itu berada dalam kendali pasukan tentara baru yang merupakan bekas anggota kelompok pemberontak yang mendukung Ouattara.
Pemilu presiden yang digelar pada 28 November lalu dimaksudkan sebagai ajang reunifikasi di negara yang dilanda konflik sejak 2002. Hasil pemilu yang dimenangkan oleh Ouattara dibatalkan oleh Dewan Konstitusi yang mendukung Gbagbo.