JAKARTA, KOMPAS.com — Menanggapi hasil survei LSI, penasihat Kepolisian RI, Kastorius Sinaga, mengaku heran dengan raihan baik yang dicapai polisi karena hanya berada satu tingkat di bawah KPK.
"Padahal seluruh kasus, mulai dari rekening gendut, cicak-buaya, semuanya ada tanggung jawab polisi di sana. Tapi persepsinya masih relatif dipercaya masyarakat di dalam menangani kasus korupsi," kata Kastorius saat konferensi pers di kantor LSI, Kamis (6/1/2011).
Dikatakan Kastorius, selama 2009-2010 sebenarnya polisi dalam radar pemberitaan negatif. "Tapi secara faktual apakah berpengaruh pada masyarakat, tampaknya tidak," ucap Kastorius.
Ia melanjutkan, temuan LSI yang seperti ini mengindikasikan masyarakat masih memberikan harapan kepada polisi," ungkap Kastorius.
Seperti diberitakan, hasil survei LSI mengenai persepsi masyarakat terhadap kinerja lembaga penegak hukum, KPK menduduki peringkat paling atas, diikuti Polri, kejaksaan, dan pengadilan.
Terkait dengan raihan buruk yang dicapai pengadilan, ia melihat kondisi pengadilan umum di Indonesia saat ini sedang berada di ambang kritis karena hanya memperoleh 47 persen kepuasan publik.
"Hal ini berbanding terbalik dengan kondisi pengadilan tipikor yang menurut saya sangat memuaskan. Seluruh koruptor pasti dihukum berat. Makanya, banyak koruptor yang justru minta diadili di pengadilan umum karena masih bisa diakal-akali," ujarnya.
Oleh karena itu, lanjut Kastorius, Komisi Yudisial harusnya diperkuat dan Mahkamah Agung harus diintensifkan. "Jaksa-jaksa nakal juga harus ditindak agar lembaga penegak hukum bisa lebih bersih," pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang