Australia

Banjir Ganggu Produksi Batu Bara

Kompas.com - 06/01/2011, 19:02 WIB
CANBERRA, KOMPAS.com - Salah satu terminal batu bara terbesar di Queensland, Australia, menghentikan ekspornya. Sementara, pangkalan terbesar di negara itu hanya beroperasi sebesar 60 persen, dari sebelumnya hampir dua juta ton tiap minggu.     Sekitar 40 tambang di Queensland terkena dampak banjir dan beberapa pengusaha di antaranya mengatakan pada Kamis bahwa mereka tidak dapat memenuhi target produksi.     Jalur Blackwater, yang mengangkut batu bara menggunakan kereta terendam, memutuskan jalur suplai utama ke dermaga Gladstone di Queensland tengah, terminal ekspor batu bara terbesar keempat. "Kami tidak mendapatkan suplai batu bara sama sekali dari jalur Blackwater, jadi kami tidak menerima batu bara saat ini," kata seorang juru bicara dermaga kepada AAP.
"Kami tidak dapat mengirimkan batu bara keluar," tambahnya.     Pangkalan itu biasanya mengekspor 1,3 juta ton batu bara setiap minggu.  Petugas yang masuk berkurang hingga separuhnya dan petugas lain memilih pergi dan membantu keluarga yang mungkin terkena dampak banjir.     Pangkalan batu bara lain juga terkena dampak yang besar. Pangkalan batu bara Dalrymple Bay, pangkalan terbesar di Queensland berproduksi dengan kapasitas antara 60-70 persen sejak 1 Januari, kata juru bicara Andrew Garratt kepada AAP.     "Hal tersebut tentu berdampak pada suplai global dan pada para penambang," katanya.     Sekitar 20 kereta batu bara per hari sampai ke pangkalan, berkurang dari biasanya 28 setelah satu kereta tergelincir pada hari Natal dan hujan besar masuk hingga tambang dan saat ini sudah mencapai rel kereta. "Karena cuaca basah hingga ke barat, ada beberapa tambang yang tidak dapat beroperasi sesuai dengan kapasitas mereka," kata Garratt.     Hanya tiga dari yang biasa empat kapal yang bermuatan untuk ekspor dalam sehari dan 47 kapal ditarik ke lepas pantai. Setiap kapalnya menunggu untuk dapat berlabuh.     Hanya 500.000 ton batu bara yang berada di tempat penyimpanan pada pangkalan, sebelah selatan Mackay dan dikhwatirkan muatan batu bara dalam kereta dan ekspor akan menurun hingga 15 Februari. "Setelahnya, kami mungkin akan dapat kembali pulih sedikit demi sedikit," kata Garratt.     Berkurangnya ekspor berarti 640.000 ton batu bara per minggu tidak sampai ke pasar global, seluruhnya bernilai 336 juta dollar AS. "Angka tersebut merupakan tahap terendah ekspor pada periode belakangan, lebih rendah dari krisis keuangan global tahun lalu," tambahnya.     Perusahaan pengangkutan QR National mengatakan pihaknya sedang berusaha untuk memulihkan seluruh pelayanan batu bara dan transportasi kepada pelanggan, terutama di jalur Blackwater. "QR memperkirakan bahwa sungai Dawson yang banjir akan tetap memutuskan jalur Blackwater dekat Duaringa hingga pekan depan," kata juru bicara QR National Mark Hairsine dalam suatu pernyataan.     "Banjir ini mencegah cara yang akurat untuk memperbaiki perlengkapan dan jangka waktu pemulihan," imbuhnya.     Meski demikian, tetap ada catatan yang positif, sistem kereta Newland menuju pangkalan Abbot Point dekat Bowen, jalur Goonyella menuju Teluk Dalrymple dan pangkalan batu bara Hay Point masih bekerja, kata QR National.     Queensland mendapat sekitar 100 juta dollar AS setiap hari dari ekspor batu bara dengan 3,2 miliar dollar AS diperkirakan sebagai pemasukan untuk anggaran 2010-2011.     Pada penilaian ulang tahun fiskal tengah tahun yang akan dilangsungkan pekan depan pejabat keuangan Queensland Andrew Fraser harus menghitung ulang berapa keuntungan tambang yang terkena dampak banjir.
 
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau