YOGYAKARTA, KOMPAS
Menurut Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan (DPUP) Sleman, DIY, Djoko Sardjono, Kamis (6/1), pihaknya menunggu musim hujan selesai.
Dari 12 jembatan, 7 di antaranya berada di atas Kali Opak, Kecamatan Cangkringan, yakni Jembatan Pagerjurang, Krajan (Geblok), Panggung, Teplok, Klangen, Kliwang, dan Salam. Putusnya Jembatan Krajan membuat ruas jalan alternatif Magelang-Solo terputus.
Kepala Seksi Pembangunan dan Pemeliharaan Jembatan DPUP Sleman, Warsono, mengatakan, gerusan lahar dingin yang melewati Opak sangat besar. ”Yang bisa kami lakukan hanya mengalihkan arus lalu lintas,” ujarnya. Warga kini harus memutar hingga 10 kilometer.
Ancaman banjir lahar di Sleman muncul dari empat sungai besar, yakni Opak, Gendol, Boyong, dan Kuning. Pihaknya saat ini tak bisa berbuat banyak untuk melindungi jembatan lain dari ancaman banjir lahar dingin.
Kepala Bidang Bina Marga
Kepala Dinas PUP ESDM DIY Rani Sjamsinarsi menuturkan, penanganan lahar dingin membutuhkan waktu lama. Untuk penanganan banjir lahar dingin di Kali Code, pemprov bersama Pemkot Yogyakarta terus mengeruk sedimen. Pemprov menganggarkan dana APBD DIY Rp 1 miliar untuk pengerukan dan Rp 1,9 miliar untuk penanganan di bagian hilir, yaitu Bantul.
Kepala Seksi Pelaksana Danau dan Waduk Balai Besar Wilayah Sungai Opak Serayu, Sigid Santoso, mengakui, kewalahan mengeruk sedimen lahar dingin. Meski sudah mengerahkan 76 alat berat, dan menelan biaya sekitar Rp 30 miliar, diperkirakan dibutuhkan waktu lima tahun untuk normalisasi sungai.
Hingga kini, kekurangan pasokan air warga di lereng Merapi belum terpecahkan. PMI yang mendistribusikan air bersih mengaku sudah berupaya maksimal dan bergerak bersama se-DIY. Namun, pendistribusian belum bisa ditambah.
Penduduk Kabupaten Boyololi, Jawa Tengah, yang tinggal di lereng Merapi, berharap pemerintah segera membenahi instalasi air bersih maupun infrastruktur transportasi yang rusak akibat banjir lahar dingin.
Menurut Jumi (40), warga Dusun Bangunsari, Desa Klakah, saat ini akses transportasi dari dusunnya menuju Desa Jrakah sulit. Jembatan penghubung dua desa itu hancur terhantam banjir lahar dingin Desember lalu.
Hingga kini belum ada jembatan darurat dibangun. Pada awal banjir lahar dingin, sempat ada kerja bakti warga untuk membuat jalan darurat, tetapi jalan darurat kembali tersapu lahar dingin. Kondisi serupa juga terlihat di Jembatan Kali Juweh di Dusun Klakah Ngisor.
Dua sumber air utama di
Kondisi serupa terjadi di Desa Ngargomulyo, Kecamatan Dukun, serta desa-desa lain di wilayah Kecamatan Dukun, Srumbung, dan sebagian Sawangan.