Gayus ke luar negeri

Bikin Paspor, Gayus Bayar Calo

Kompas.com - 07/01/2011, 14:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Divisi Humas Polri Irjen Anton Bachrul Alam mengatakan, Gayus Halomoan Tambunan mendapat paspor atas nama Sony Laksono melalui calo di luar pihak Imigrasi. Paspor itu digunakan untuk pergi ke luar negeri, yakni ke Makau, Kuala Lumpur (Malaysia), dan Singapura.

"Soal paspor, sementara kami dapatkan (informasi diurus) lewat calo. Dari calo ini, nanti kami cari lagi apa ada kaitannya dengan Imigrasi dan sebagainya," ujar Anton di Mabes Polri, Jumat (7/1/2011).

Anton mengatakan, pihaknya masih memburu calo itu untuk mengembangkan penyelidikan terkait dengan keterlibatan orang dalam Imigrasi. "Kalau calo, kan lewat juga orang dalam. Calonya masih dicari," kata dia.

Seperti diberitakan, paspor itu awalnya disediakan untuk Margarita, seorang anak berusia lima tahun. Namun, paspor tersebut ternyata tak diambil sehingga data Margarita belum diproses. Paspor itu lalu digunakan untuk Gayus atas nama Sony Laksono dengan foto Gayus mengenakan wig dan kacamata.

Menurut Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar, data pada paspor atas nama Sony Laksono itu palsu. Menurut dia, paspor itu secara resmi tak dikeluarkan kantor Imigrasi. Data dalam paspor yang diterbitkan 5 Januari 2010 itu menyebutkan bahwa Sony Laksono lahir 17 Agustus 1975.

Bukan hanya untuk pergi ke tiga tempat, Gayus kembali menggunakan identitas Sony Laksono ketika pelesir ke Bali, baik di manifes pesawat maupun ketika memesan kamar hotel di Nusa Dua, Bali. Hingga saat ini belum ada tersangka terkait dengan pemalsuan dokumen itu meski Gayus sudah kepergok ke Bali pada November 2010.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau