Gayus keluar negeri

Tim Investigasi Periksa Petugas Bandara

Kompas.com - 07/01/2011, 16:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tim investigasi internal yang dibentuk oleh Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar sudah memeriksa satu orang petugas Imigrasi di Bandara Soekarno-Hatta terkait kasus pelesiran Gayus Halomoan Tambunan ke Kuala Lumpur, Makau, dan Singapura.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Bagian Humas Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Marolan Jonis Baringbing, Jumat (7/1/2011). Namun, Baringbing masih belum bisa memastikan apakah pada ketiga perjalanan tersebut Gayus ditangani oleh petugas Imigrasi yang sama.

"Yang diperiksa adalah petugas Imigrasi Bandara Soetta, ada petugas Imigrasi di situ yang mengecek paspor," ujar Baringbing, Jumat, saat ditemui di Kementerian Hukum dan HAM, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta.

Ketika ditanyakan berapa banyak petugas yang sudah diperiksa, Baringbing mengaku tim baru memeriksa satu orang di Bandara Soekarno-Hatta. "Orang itu yang sedang bertugas saat Sony Laksono berangkat ke luar negeri," ucapnya.

Selain petugas Imigrasi Bandara Soetta, tim Imigrasi Kemhuk dan HAM juga memeriksa petugas Imigrasi Jakarta Timur. Namun, Baringbing belum mengetahui berapa jumlah petugas Imigrasi Jakarta Timur yang diperiksa. "Ya, tapi masih belum tahu (berapa orang)," ujar Baringbing.

Meski sudah memeriksa petugas Soetta, ia masih belum bisa memastikan apakah petugas tersebut merupakan petugas yang sama pada ketiga keberangkatan Gayus.

"Tapi apakah orang yang sama petugasnya. Ini nanti kami lihat dulu penyelidikannya, biarkan tim kami bekerja dulu," ungkas Baringbing.

Hari ini, Gayus mengaku sempat pelesiran ke luar negeri, yakni ke Makau, Kuala Lumpur, dan Singapura. Diketahui, Gayus yang berangkat dengan nama Sony Laksono tercatat berangkat ke Makau pada tanggal 24 September 2010 dan ke Kuala Lumpur pada tanggal 30 September 2010. Padahal, saat itu seharusnya Gayus mendekam di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau