Dijaga Petugas, Busway Steril

Kompas.com - 07/01/2011, 19:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kedisiplinan warga Jakarta dalam berlalu lintas tampaknya mulai menunjukkan peningkatan. Hal itu setidaknya terlihat dalam sterilisasi di tiga koridor bus transjakarta, yaitu Koridor V, VII, dan X, Jumat (7/1/2011). Dalam kegiatan tersebut, tidak ditemui satu pun pengendara yang melanggar dengan menyerobot jalur transjakarta atau busway.

Sekitar 50 petugas Suku Dinas (Sudin) Perhubungan setempat berjaga-jaga di pintu koridor sejak pukul 06.00. Hingga siang tidak ada pengendara yang memasuki jalur transjakarta.

Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Sudin Perhubungan Jakarta Timur Anggiat Banjar Nahor mengatakan, petugas disebar ke sejumlah titik yang dilintasi tiga koridor, di antaranya Jalan Otto Iskandardinata dan Matraman Raya, tepatnya mulai dari kolong FO Cawang Kompor hingga perempatan Matraman.

Selain itu, juga di depan Markas Kodam Jaya dan Jalan Mayjen Sutoyo hingga perempatan Rawamangun, tepatnya di seberang lapangan golf Rawamangun. Sterilisasi ini dilakukan dua sif sehari. Sif pertama pukul 06.30-10.30 dan sif kedua pukul 15.00-19.00.

"Nantinya sterilisasi jalur busway ini akan dilanjutkan di Koridor II, yakni di Jalan Perintis Kemerdekaan Raya, dari depan Terminal Pulogadung hingga perempatan Coca-Cola," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau