BENGKULU, KOMPAS.com — Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bengkulu mempertanyakan dana Rp 6,5 miliar untuk coffee morning yang dihibahkan pemerintah provinsi kepada Polda Bengkulu.
"Kami mempertanyakan dana itu karena tidak jelas kegunaannya dan kami juga menyoroti hubungan emosional yang berlebihan di antara pihak terkait," kata Presiden BEM Unmuh Benglulu Organdi di Bengkulu, Sabtu (8/1/2011).
Ia mengatakan, pengalokasian dana tersebut sangat tidak rasional dan tidak ada manfaatnya untuk kepentingan masyarakat banyak.
Sebaiknya, kata dia, pihak legislatif tidak meloloskan alokasi dana tersebut yang sedang dalam pembahasan APBD 2011 karena diduga sarat kepentingan.
"Kami menduga ini sangat sarat kepentingan politis karena banyak kasus yang melibatkan oknum di pemerintahan daerah yang prosesnya sangat berjalan lamban," katanya.
Sekretaris Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu Sis Rahman juga mempertanyakan dana kopi pagi atau coffee morning yang dihibahkan Pemprov Bengkulu dan dikelola Polda itu.
"Kami juga mempertanyakan usulan dana hibah untuk kopi pagi sebesar Rp 6,5 miliar itu, selain nilainya sangat besar, juga tidak tahu apa manfaatnya," katanya.
Sis mengatakan, usulan dana tersebut masuk dalam pos dana hibah sebesar Rp 17,5 miliar yang diusulkan eksekutif dalam APBD 2011.
Ia mengatakan usulan tersebut sedang dibahas di tingkat Komisi I dan belum diputuskan apakah disetujui atau ditolak.
"Komisi I belum memutuskan apakah menyetujui dana ini, tetapi secara pribadi saya sangat tidak setuju karena masih banyak program lain yang lebih mendesak," kata polisiti Gerindra itu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang