Final super series 2010

Empat Tembok China Runtuh di Semifinal

Kompas.com - 08/01/2011, 20:28 WIB

JAKARTA, Kompas.com - Dua pemain andalan China tersingkir di babak empat besar turnamen bulu tangkis Final Super Series 2010, Sabtu (8/1/11) di Taiwan. Ganda putra terbaiknya, Cai Yun/Fu Haifeng, serta tunggal putri yang menjadi unggulan utama, Wang Yihan, gagal menapaki partai puncak event berhadiah 500.000 dollar AS ini.

Cai Yun/Fu Haifeng harus mengakui ketangguhan pasangan Denmark yang merupakan unggulan utama, Carsten Mogensen/Mathias Boe. Dalam laga berdurasi 55 menit, peraih gelar Kejuaraan Dunia 2010 tersebut menyerah 10-21, 21-18, 19-21. Kekalahan juga dialami Wang Yihan setelah berjuang selama 1 jam 2 menit melawan pemain Korea Selatan Bae Youn Joo, di mana dia akhirnya menyerah 18-21, 21-16, 16-21.

Secara keseluruhan, empat dari total delapan pemain China tersingkir di semifinal turnamen puncak super series ini. Selain Cai Yun/Fu Haifeng dan Wang Yihan, tunggal putra Chen Long dan ganda putra lainnya, Chai Biao/Zhang Nan, juga gagal melanjutkan kiprahnya. Chen Long (unggulan 2) kalah 19-21, 18-21 dari pemain veteran Denmark Peter Hoeg Gade, sedangkan Chai Biao/Zhang Nan disingkirkan pasangan nomor satu Korea Jung Jae Sung/Lee Yong Dae dengan 21-15, 21-11.

Meskipun demikian, China masih punya harapan meraih tiga gelar. Malah, raksasa bulu tangkis dunia tersebut sudah memastikan diri menyabet trofi di sektor ganda putri karena terjadi all-Chinese final, menyusul keberhasilan unggulan kedua Cheng Shu/Zhao Yunlei dan Wang Xiaoli/Yu Yang, mengalahkan lawan-lawannya. Cheng Shu/Zhao Yunlei menang 22-20, 21-19 atas unggulan utama dari Taiwan Cheng Wen Hsing/Chien Yu Chin, sedangkan Wang Xiaoli/Yu Yang menghentikan langkah pasangan Jepang Miyuki Maeda/Satoko Suetsuna dengan 21-16, 21-16.

Dua nomor lainnya yang bisa menjadi harapan China untuk membawa pulang gelar adalah ganda campuran dan tunggal putri. Zhang Nan/Zhao Yunlei melangkah ke final setelah mengalahkan ganda campuran Korea Ha Jung Eun/Ko Sung Hyun dengan 21-14, 21-19, dan Wang Shixian menyingkirkan pemain Hongkong Yip Pui Yin dengan 21-15, 21-14. Di final, Minggu (9/1/11), Zhang Nan/Zhao Yunlei bertemu pasangan Thailand Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam, yang mengalahkan kompatriotnya Songphon Anugritayawon/Kunchala Voravichitchaikul, sedangkan Wang Shixian bvertemu Bae Youn Joo.

Final ideal di tunggal putra

Keberhasilan Peter Gade melaju ke final, membuat dia akan bertemu musuh bebuyutannya dari Malaysia, Lee Chong Wei. Pemain nomor satu dunia ini melangkah ke partai puncak setelah menang straight set 21-17, 21-18 atas pemain andalan Thailand, Boonsak Ponsana. Ini bakal menjadi final ideal.

Berdasarkan statistik, Chong Wei memiliki peluang sangat besar untuk menjadi pemenang. Pasalnya, dari total 10 pertemuan yang sudah dilakoni sejak tahun 2004 hingga 2010, Chong Wei meraih sembilan kemenangan. Satu-satunya keberhasilan Peter Gade mengalahkan Chong Wei adalah di Korea Terbuka Super Series 2009 pada 18 Januari, di mana terjadi duel selama tiga set yang berakhir dengan 21-18, 10-21, 21-17.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau