Tindakan Investasi di Awal Tahun

Kompas.com - 09/01/2011, 03:19 WIB

Adler Haymans Manurung praktisi keuangan

Tindakan investasi apa yang harus dilakukan pada tahun ini? Bisakah mendapatkan keuntungan di bursa saham? Apakah saya harus pindah investasi ke obligasi? Atau investasi pada komoditas? Apakah keuntungan akan diperoleh pada tahun ini atau menghindari sektor saham atau hanya deposito atau obligasi pemerintah?

Pada awal tahun atau di akhir tahun, biasanya investor melakukan evaluasi atas investasi yang dilakukan pada tahun berjalan dan merancang investasi untuk tahun berikutnya. Artinya, investor mengevaluasi investasi pada tahun 2010 dan merancang investasi pada tahun 2011.

Pada tahun 2010 terjadi kenaikan IHSG sebesar 46,13 persen dari level 2500 ke level 3700. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia sudah mencapai sekitar Rp 3.200 triliun. Kenaikan IHSG dan kapitalisasi pasar ini tidak terlepas dari mengalirnya dana ke Indonesia melebihi Rp 120 triliun. Sekitar Rp 30 triliun sampai dengan Rp 40 triliun diperkirakan masuk ke Bursa Saham Indonesia.

Pada sisi lain, sektor moneter kita tidak banyak perubahan karena tingkat bunga SBI masih tetap sekitar 6,5 persen sehingga yield obligasi pemerintah berkisar 7 persen sampai dengan 11 persen, tergantung dari durasi obligasi tersebut. Yield obligasi perusahaan swasta lebih tinggi sekitar 1 persen sampai dengan 3 persen sesuai durasi obligasi dan kualitas obligasi yang ditunjukkan kualitas perusahaan.

Sektor properti tidak banyak perubahan karena permintaan tidak meningkat tajam akibat sektor saham yang mengalami kenaikan. Walaupun demikian, penawaran properti cukup banyak di masyarakat dan semua menyatakan laku terjual. Tetapi, Reksa Dana mengalami pertumbuhan yang cukup cemerlang di mana dana kelolaan Reksa Dana sudah mencapai Rp 170 triliun. Pencapaian yang cukup bagus di mana nilai Reksa Dana ini pernah drop di bawah Rp 50 triliun setelah mencapai puncaknya Rp 130 triliun.

Beberapa analis menyatakan bahwa saham akan menuju level lebih dari 4.000 pada tahun 2011, tetapi tidak ada yang bisa memastikan level yang dicapai. Pada tahun 2010, para analis banyak menyebutkan angkanya dan kenyataan mencapai levelnya. Namun, IHSG pada tahun 2011 tidak banyak yang memberikan argumentasi dan belum banyak dibahas di media massa.

Stabilitas politik

Beberapa pihak menyatakan kurang yakin atas IHSG pada tahun 2011 ini, apakah bisa mencapai level lebih dari 4.000. Tetapi, mereka tidak bisa memberikan alasan yang jelas, hanya menyatakan bahwa fundamental yang tidak mendukung. Penulis mencoba menganalisis persoalan yang ada, yaitu, pertama, apakah dana yang mengalir ke Indonesia terus akan deras seperti pada tahun 2010. IHSG bisa naik karena derasnya dana yang mengalir untuk membeli saham sehingga saham mengalami kenaikan (soar and bullish). Tidak mungkin sebuah pasar naik terus bila bursa tidak mendapatkan dana segar. Selain arus dana yang mengalir, kinerja perusahaan juga menjadi tolok ukur asing masuk ke Indonesia.

Kedua, kondisi politik yang stabil. Faktor kondisi politik yang stabil merupakan salah satu faktor penting bagi investor asing untuk masuk investasi ke suatu negara. Kondisi ini sangat mendukung dan terlihat pada situasi di Indonesia.

Bila kondisi politik ini tidak mendukung, maka asing tidak mungkin masuk ke Indonesia untuk berinvestasi.

Ketiga, adanya inflasi yang meningkat membuat kenaikan tingkat bunga. Berbagai kebijakan yang dilakukan pemerintah belakangan ini mempunyai pengaruh pendorong terhadap kenaikan harga. Penghapusan subsidi minyak dengan aturan terbaru mengenai pembelian bahan bakar sebenarnya merupakan pemicu adanya inflasi yang tinggi tidak disengaja, tetapi harus terjadi dikarenakan kebijakan tersebut. TDL yang mempunyai kemungkinan naik juga menambah mendorong terjadinya kenaikan harga-harga.

Adanya inflasi yang meningkat mempunyai dampak terhadap tingkat bunga yang berlaku. Tingkat bunga akan naik karena tingkat bunga merupakan refleksi dari inflasi. Adapun nilai tingkat bunga merupakan hasil penjumlahan tingkat inflasi dengan tingkat bunga riil. Biasanya pemerintah membuat tingkat bunga riil sekitar satu persen sampai dengan dua persen sehingga kenaikan inflasi membuat tingkat bunga naik.

Tingkat bunga

Isu sentral dalam perekonomian terletak pada tingkat bunga. Bila pemerintah bisa mengendalikan tingkat bunga, maka persoalan ekonomi dapat diselesaikan pemerintah. Adanya kenaikan tingkat bunga akan membuat bursa saham akan menurun. Pada sisi lain, kenaikan tingkat bunga juga akan menaikkan tingkat bunga pinjaman, akibatnya menimbulkan persoalan pada ekonomi secara keseluruhan.

Keempat, pihak luar negeri akan menaikkan tingkat bunga. Berbagai berita menyatakan kecenderungan akan menaikkan tingkat bunga. Kenaikan tingkat bunga ini harus dilakukan dalam rangka menaikkan investasi dan menarik dana untuk datang ke negara yang bersangkutan. Bila dana dicarikan (ditarik) dari Indonesia akan menimbulkan persoalan bagi perekonomian. Bertahannya dana asing di Indonesia tidak terlepas dari besarnya spread tingkat bunga dalam negeri dengan luar negeri yang saat ini sekitar 6 persen. Akibatnya, berbagai pihak melakukan carry trade untuk memperoleh keuntungan. Bila kenaikan tingkat bunga di luar negeri, jangan heran dana tersebut akan mengalir ke luar karena uang luar negeri tersebut tidak bertuan secara pasti, yang penting pengelola dana bisa memberikan tingkat pengembalian yang tinggi.

Selama bulan Januari biasanya akan mengalami kenaikan karena adanya perubahan strategi yang dilakukan para pengelola portofolio dan kejadian tingkat pengembalian (return) pada bulan Januari lebih tinggi dari bulan-bulan yang lain, dikenal dengan January Effect. Pada bulan ini, manajer investasi biasanya melakukan perubahan portofolio untuk mendapatkan tingkat pengembalian yang diharapkan. Adanya perubahan strategi portofolio membuat harga saham mengalami kenaikan sehingga memberikan keuntungan bagi masyarakat dan memenuhi UUD 1945. Oleh karena itu, kesempatan yang ada harus dimanfaatkan untuk membuat nilai perusahaan semakin tinggi yang juga memberikan arti adanya kenaikan pada harga saham.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau