Parkir ganda

Edan, Geser Parkir Dimintai Uang

Kompas.com - 09/01/2011, 15:37 WIB

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com — Sejumlah warga Bandar Lampung mengeluhkan pemungutan retribusi parkir ganda di beberapa tempat di kota itu.

"Ketika masuk portal, dipungut oleh petugas dari dinas perhubungan berpakaian abu-abu muda. Kemudian, di area parkir ada petugas berpakaian kuning mengatur penempatan kendaraan, juga memungut ketika kendaraan akan ke luar," kata Candra P, warga Tanjungkarang Pusat, Bandar Lampung, Minggu (9/1/2011).

Bahkan, di satu lokasi terdapat banyak petugas parkir sehingga ketika bergeser kendaraan ke tempat sekitar 20 meter saja, dimintai uang parkir.

Sugeng Riadi, warga Kedaton, Bandar Lampung, mengatakan hal serupa. Pihak dinas perhubungan telah mengambil uang parkir, dan di dalam area parkir ada petugas yang kemungkinan pula bagian dari dinas perhubungan.

"Kalau tidak salah informasi, mereka yang berbaju kuning di lapangan itu bertugas di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Perparkiran di Dinas Perhubungan Kota Bandar Lampung. Jadi ini ada tumpang-tindih," katanya.

Ia pun mengaku pernah berselisih paham dengan petugas di lapangan karena enggan membayar jasa parkir lagi lantaran sudah dipungut di pintu masuk.

"Namun, petugas itu mengaku berbeda bidang. Daripada ribut saya berikan juga," ujarnya.

Beberapa lokasi yang ditarik parkir ganda yakni di pintu masuk Jalan King Lama (seputar Simpur Center), Jalan Pangkalpinang, Jalan Bengkulu, Jalan Batusangkar (Bambukuning).

Warga lainnya, Bayu S, mengaku di Bandar Lampung tidak ada lokasi bebas parkir. Setiap jengkal muncul petugas parkir baik yang berseragam kuning maupun tidak.

"Yang menjengkelkan yakni ketika kita susah memarkirkan kendaraan, tidak ada petugas itu. Namun, ketika mau ke luar, dengan membawa peluit, ia mengatur ke luar dan meminta uang," kata Bayu.

Karena itu, ia pun mengharapkan pemerintah tegas mengatur dan menempatkan petugas parkir sehingga uang yang dipungut benar-benar masuk ke kas pemerintah.

"Jangan sampai uang tersebut menguap baik ke pihak pemungut tak resmi atau pihak pemungut resmi. Sebab, petugas berseragam kuning pun banyak yang tidak memiliki karcis bukti pemungutan," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau