BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com — Sejumlah warga Bandar Lampung mengeluhkan pemungutan retribusi parkir ganda di beberapa tempat di kota itu.
"Ketika masuk portal, dipungut oleh petugas dari dinas perhubungan berpakaian abu-abu muda. Kemudian, di area parkir ada petugas berpakaian kuning mengatur penempatan kendaraan, juga memungut ketika kendaraan akan ke luar," kata Candra P, warga Tanjungkarang Pusat, Bandar Lampung, Minggu (9/1/2011).
Bahkan, di satu lokasi terdapat banyak petugas parkir sehingga ketika bergeser kendaraan ke tempat sekitar 20 meter saja, dimintai uang parkir.
Sugeng Riadi, warga Kedaton, Bandar Lampung, mengatakan hal serupa. Pihak dinas perhubungan telah mengambil uang parkir, dan di dalam area parkir ada petugas yang kemungkinan pula bagian dari dinas perhubungan.
"Kalau tidak salah informasi, mereka yang berbaju kuning di lapangan itu bertugas di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Perparkiran di Dinas Perhubungan Kota Bandar Lampung. Jadi ini ada tumpang-tindih," katanya.
Ia pun mengaku pernah berselisih paham dengan petugas di lapangan karena enggan membayar jasa parkir lagi lantaran sudah dipungut di pintu masuk.
"Namun, petugas itu mengaku berbeda bidang. Daripada ribut saya berikan juga," ujarnya.
Beberapa lokasi yang ditarik parkir ganda yakni di pintu masuk Jalan King Lama (seputar Simpur Center), Jalan Pangkalpinang, Jalan Bengkulu, Jalan Batusangkar (Bambukuning).
Warga lainnya, Bayu S, mengaku di Bandar Lampung tidak ada lokasi bebas parkir. Setiap jengkal muncul petugas parkir baik yang berseragam kuning maupun tidak.
"Yang menjengkelkan yakni ketika kita susah memarkirkan kendaraan, tidak ada petugas itu. Namun, ketika mau ke luar, dengan membawa peluit, ia mengatur ke luar dan meminta uang," kata Bayu.
Karena itu, ia pun mengharapkan pemerintah tegas mengatur dan menempatkan petugas parkir sehingga uang yang dipungut benar-benar masuk ke kas pemerintah.
"Jangan sampai uang tersebut menguap baik ke pihak pemungut tak resmi atau pihak pemungut resmi. Sebab, petugas berseragam kuning pun banyak yang tidak memiliki karcis bukti pemungutan," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang