PURUK CAHU, KOMPAS.com — Harga cabai rawit di Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, melonjak naik dalam sepekan terakhir, mencapai Rp 100.000 per kilogram, yang sebelumnya hanya Rp 20.000 hingga Rp 30.000 per kg.
"Melambungnya harga cabai ini membuat pedagang makanan mengeluh karena komoditas itu sangat dibutuhkan sebagai pelengkap hidangan," kata seorang pedagang makanan, Fauzi, di Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya, Minggu (9/1/2011).
Menurut Fauzi, cabai tersebut sebelumnya sempat mengalami kekosongan di pasaran, tetapi setelah ada harganya melambung sehingga mengejutkan masyarakat di kabupaten paling pedalaman Sungai Barito itu.
Kenaikan harga cabai ini membuat penghasilannya jauh menurun dibandingkan sebelumnya karena pedagang makanan dan warung nasi harus mengeluarkan modal lebih besar, tetapi keuntungannya tetap seperti biasanya.
"Kami enggan menaikkan harga karena takut pelanggan lari ke warung lainnya. Oleh sebab itu, kami terpaksa menghemat dan memperkecil produksi makanan yang akan dijual sambil menunggu harga kebutuhan stabil," katanya.
Sementara Inah, salah seorang pedagang sayur termasuk cabai, mengatakan, dirinya menaikkan harga cabai lantaran cabai didapatkan dari luar daerah dan harganya sudah mahal sehingga pedagang menjual dengan harga relatif tinggi.
"Kami kebanyakan memasok cabai dari luar daerah karena di daerah ini petani cabai masih sedikit sehingga produksi cabai terbatas dan masih tergantung dari luar daerah," katanya.
Kebutuhan sayur-mayur dan ikan di kabupaten paling utara Kalteng ini selain didatangkan dari daerah terdekat seperti Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, juga dari sejumlah kabupaten di Kalimantan Selatan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang