Penjaga Kos: Donny "Kuburan" Seminggu Tak Pulang

Kompas.com - 09/01/2011, 22:28 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com — Donny Akbar Raymuzada (31), gitaris band Kuburan, sudah satu minggu tidak pulang ke tempat kosnya di kawasan Buah Batu, Bandung. Hal itu diterangkan oleh Rey, petugas yang menjaga tempat kosnya, Minggu (9/1/2011).

"Waktu itu sih bilangnya mau ke rumah temannya, Raka, di Cigadung. Sudah sekitar seminggu-lah enggak pulang," kata Rey dari balik pintu sebuah rumah yang memiliki 20 kamar kos, tempat Donny tinggal selama ini.

Pria berambut pendek itu pun mengatakan bahwa ia terakhir bertemu dengan gitaris grup yang melejit lewat hit "Lupa-lupa Ingat" tersebut sebelum Tahun Baru lalu. Rey, yang ketika ditemui mengenakan t-shirt hijau tua dan celana tiga perempat berwarna sama, mengaku tidak tahu apakah Donny sudah memiliki pacar atau belum. Ia tak pernah melihat Donny membawa wanita ke tempat kosnya.

Asal tahu saja, NYL (22), yang mengaku mahasiswi salah satu perguruan tinggi negeri di Bandung, melaporkan Donny ke Polrestabes Bandung dengan tudingan memerkosa NYL. Dari informasi yang didapat oleh Tribun, peristiwa perkosaan itu terjadi dua kali di Bandung pada 11 Mei 2010. Hingga saat ini belum diperoleh konfirmasi dari Donny ataupun band Kuburan.

NYL mengaku mengenal Donny ketika Kuburan manggung di Solo. NYL mengaku pula, hubungan mereka berlanjut ketika NYL melanjutkan kuliah S-2 di universitas negeri itu sejak Februari 2010.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau