Tkw

Pemda Tindak Lanjuti TKW Hukuman Mati

Kompas.com - 09/01/2011, 22:43 WIB

KUPANG, KOMPAS.com - Wakil Ketua DPRD NTT, Anselmus Tallo, minta pemda segera menindaklanjuti kasus hukuman mati yang menimpah Wilfrida Soik, TKW asal Kabupaten Belu, atas tuduhan membunuh majikannya, Puan Yeap di Malaysia.

"Kami mendapat informasi tersebut dari Divisi Advokasi Pengembangan Inisiatif dan Advokasi Rakyat (PIAR) NTT. Kami harapkan pemerintah daerah segera mengambil langkah untuk membantu korban," katanya di Kupang, Minggu (9/1/2011).

Ia menjelaskan pada 27 November 2010, Wilfrida Soik yang disebut-sebut mengalami gangguan kejiwaan karena sering disiksa saat berada dalam penampungan Agensi Pekerjaan Master-Malaysia, dipaksa bekerja sebagai PRT pada Lee Che Keng untuk menjaga Puan Yeap (ibu dari Lee Che Keng) yang baru saja menjalani bedah otak.

Selanjutnya pada 7 Desember 2010, sekitar pukul 14.00 waktu Malaysia, Lee Che Keng menjenguk ibunya Puan Yeap yang dijaga Wilfrida Soik, namun mendapatkan ibunya dalam keadaan berlumuran darah dengan 44 tusukan benda tajam.

Pada 18 Desember 2010, Wilfrida ditangkap kepolisian Malaysia di Johor dan diadili di Pengadilan Pasir Mas.

Anselum Tallo dari Fraksi Partai Demokrat ini mengatakan belum berkomunikasi dengan orangtua Wilfrida di Raimanuk, Kabupaten Belu, namun sudah mengetahui alamat majikan korban di Malaysia.

Alamat majikan Wilfrida Soik di Malaysia, Lee Che Keng/Mr. Lee/ A Weng di Toko Jam, Kecamatan Pasir Mas No.HP-019-940-0006 atau alamat rumah Lot 1725, Kg Lubuk Tapah, Pasir Mas, Kelantan-Malaysia

Atau pada Agensi Pekerjaan (AP) Master Sdn. Bhd Reg. No: 578257-U, Izin KSM : JTR 1485 Izin KDN Malaysia : JIM: IM: 101/HQ/J/857/4 (172), Telephone : 09- 743 -1839 atau 09-743-6023 : 09 -7446019.

"Kita harapkan Pemda NTT dan Kedubes RI di Malaysia segera melakukan pendampingan terhadap Wilfrida Soik dengan memfasilitasi pengacara untuk melakukan pembelaan di pengadilan," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau