BENGKULU, KOMPAS.com - Para Petani di Kelurahan Semarang Kota Bengkulu membutuhkan perbaikan irigasi akibat lahan persawahan mereka mengalami kekeringan karena kekurangan pasokan air.
"Kami mengharapkan irigasi segera diperbaiki, sebab lahan sawah sudah semakin kering dan retak-retak," kata seorang petani di Kelurahan Semarang, Kota Bengkulu, Mardi, Minggu (9/1/2011).
Akibat kekeringan tersebut tanaman padi yang tumbuh terlihat tidak subur dan daunnya mulai menguning.
"Kekeringan di areal persawahan ini sudah terjadi sejak tiga minggu terakhir, padahal tanaman padi yang saya tanam sudah berumur enam minggu," katanya.
Bila tanaman padi tetap tidak mendapatkan pengairan yang cukup dalam dua minggu ke depan, maka dipastikan akan gagal panen dan menderita kerugian mencapai Rp 1 Juta.
"Salah satu penyebab kekeringan areal persawahan di bagian hilir, dikarenakan jebolnya irigasi akibat bencana alam gempa bumi berkekuatan 7,9 Skala Richter yang mengguncang Bengkulu pada 2007 lalu," katanya.
Setelah bencana gempa bumi tersebut, para petani di Kelurahan Semarang sudah melaporkan kerusakan irigasi kepada Dinas Pertanian, dan DPU Kota Bengkulu.
"Kita sudah beberapa kali melaporkan dan mengusulkan agar pemerintah segera memprogramkan pembangunan untuk memperbaiki kerusakan irigasi yang telah rusak selama tiga tahun," katanya.
Ia mengaku, setelah melaporkan kerusakan irigasi, memang ada pegawai pemerintah yang melihat dan mengukur lokasi irigasi yang mengalami kerusakan.
"Namun sayangnya, hingga kini kondisi kerusakan irigasi semakin parah dan belum ada juga program pembangunan pemerintah untuk memperbaiki saluran air tersebut," katanya.
Ia mengatakan, bila tidak ada juga perbaikan irigasi dalam waktu dekat, para petani akan terus menderita kerugian karena tanaman padi yang gagal panen akan semakin luas.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang