Saluran irigasi

Petani Butuh Perbaikan Saluran Irigasi

Kompas.com - 09/01/2011, 22:49 WIB

BENGKULU, KOMPAS.com - Para Petani di Kelurahan Semarang Kota Bengkulu membutuhkan perbaikan irigasi akibat lahan persawahan mereka mengalami kekeringan karena kekurangan pasokan air.

"Kami mengharapkan irigasi segera diperbaiki, sebab lahan sawah sudah semakin kering dan retak-retak," kata seorang petani di Kelurahan Semarang, Kota Bengkulu, Mardi, Minggu (9/1/2011).

Akibat kekeringan tersebut tanaman padi yang tumbuh terlihat tidak subur dan daunnya mulai menguning.

"Kekeringan di areal persawahan ini sudah terjadi sejak tiga minggu terakhir, padahal tanaman padi yang saya tanam sudah berumur enam minggu," katanya.

Bila tanaman padi tetap tidak mendapatkan pengairan yang cukup dalam dua minggu ke depan, maka dipastikan akan gagal panen dan menderita kerugian mencapai Rp 1 Juta.

"Salah satu penyebab kekeringan areal persawahan di bagian hilir, dikarenakan jebolnya irigasi akibat bencana alam gempa bumi berkekuatan 7,9 Skala Richter yang mengguncang Bengkulu pada 2007 lalu," katanya.

Setelah bencana gempa bumi tersebut, para petani di Kelurahan Semarang sudah melaporkan kerusakan irigasi kepada Dinas Pertanian, dan DPU Kota Bengkulu.

"Kita sudah beberapa kali melaporkan dan mengusulkan agar pemerintah segera memprogramkan pembangunan untuk memperbaiki kerusakan irigasi yang telah rusak selama tiga tahun," katanya.

Ia mengaku, setelah melaporkan kerusakan irigasi, memang ada pegawai pemerintah yang melihat dan mengukur lokasi irigasi yang mengalami kerusakan.

"Namun sayangnya, hingga kini kondisi kerusakan irigasi semakin parah dan belum ada juga program pembangunan pemerintah untuk memperbaiki saluran air tersebut," katanya.

Ia mengatakan, bila tidak ada juga perbaikan irigasi dalam waktu dekat, para petani akan terus menderita kerugian karena tanaman padi yang gagal panen akan semakin luas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau