Perang kartel

Dalam Sehari, 27 Orang Dibantai di Meksiko

Kompas.com - 10/01/2011, 03:07 WIB

ACAPULCO, SABTU - Hanya dalam waktu beberapa jam pada hari Sabtu (8/1), sedikitnya 27 orang tewas dibantai dalam berbagai tindak kekerasan terkait perang kartel narkoba di Meksiko. Sebanyak 14 jasad korban ditemukan dalam keadaan terpenggal kepalanya di kawasan wisata Acapulco, Meksiko selatan.

Menurut polisi, mereka bergerak ke lokasi dekat sebuah pusat perbelanjaan di resor wisata pantai itu setelah menerima laporan adanya kebakaran, Sabtu selepas tengah malam.

Namun, di lokasi, polisi justru menemukan lima mobil yang berisi 15 mayat laki-laki berusia antara 25 dan 30 tahun. Satu orang tewas dengan leher hampir putus, sementara 14 orang lainnya terpenggal.

Di dekat mayat-mayat tersebut, polisi menemukan secarik pesan yang ditandatangani oleh ”Orang-orang El Chapo”. El Chapo adalah julukan bagi bos kartel Sinaloa, Joaquin ”El Chapo” Guzman. Isi pesan menyebutkan, ke-15 lelaki itu dibunuh karena berusaha memeras warga dan mengganggu wilayah operasi kartel tersebut.

Masih di Acapulco, malam itu polisi juga menemukan dua polisi yang tewas tertembak, enam mayat yang ditumpuk di sebuah taksi dalam keadaan tangan dan kaki terikat, dan empat korban lainnya tersebar di beberapa sudut kota.

Di bagian lain Meksiko, tepatnya di Negara Bagian Nuevo Léon, polisi menemukan jasad Wali Kota Zaragoza Saul Vara Rivera. Wali Kota tersebut hilang sejak Rabu pekan lalu dan ditemukan dalam keadaan tewas dengan tubuh penuh luka tertembus peluru, Jumat.

Pejabat lokal, seperti Vara Rivera, menjadi salah satu sasaran utama kartel-kartel obat bius. Sepanjang tahun lalu, sedikitnya 12 wali kota tewas terbunuh.

Kawasan wisata

Kejadian di Acapulco juga menguatkan kekhawatiran aksi kekerasan mulai merambat ke pusat-pusat kawasan pariwisata. Selama ini, aksi kekerasan terkait perang kartel selalu terjadi di luar kawasan wisata. Namun, dua polisi yang tewas hari Sabtu ditembak di depan para turis di pantai Acapulco.

Rangkaian pembunuhan ini menambah panjang daftar korban tewas terkait perang kartel narkoba di Meksiko. Sejak Presiden Meksiko Felipe Calderon menyerukan perang terhadap kartel-kartel ini pada 2006, sudah 30.196 orang menjadi korban.

Korban terus berjatuhan, baik dalam peristiwa konflik antarkartel maupun dalam insiden yang melibatkan aparat keamanan.

Terkait dengan rangkaian kekerasan Sabtu pekan lalu itu, Kementerian Dalam Negeri Meksiko mengeluarkan pernyataan bahwa tindak kekerasan seperti itu menggarisbawahi perlunya perang terhadap organisasi kriminal. (AP/AFP/DHF)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau